Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Wamendiktisaintek: Kampus Diimbau Belajar Daring

3 hours ago 1

loading...

Wamendiktisaintek Fauzan mengimbau perguruan tinggi yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau untuk menerapkan perkuliahan daring maupun hybrid bagi mahasiswanya. Foto/Ilustrasi/Ist

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengimbau perguruan tinggi yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau untuk menerapkan perkuliahan secara daring maupun hybrid.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah untuk mengurangi aktivitas di luar kampus sekaligus menjaga kesehatan seluruh sivitas akademika di tengah paparan abu vulkanik.

Baca juga: DKI Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

"Dalam rangka menjaga kesehatan sivitas akademika, kami mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk mengambil langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus kepada seluruh sivitas akademika," ujar Fauzan dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Fauzan mengatakan, perguruan tinggi dapat menyesuaikan kegiatan akademik maupun layanan kantor dengan kondisi di wilayah masing-masing. Pembelajaran dapat dilakukan secara daring, hybrid, atau metode lain yang dinilai efektif untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan debu erupsi.

"Oleh karena itu, aktivitas layanan kantor maupun proses pembelajaran dan aktivitas akademik yang lain, dapat dilakukan secara daring atau hybrid atau cara yang dianggap lebih efektif, dalam rangka untuk mengurangi terjadinya akibat apa terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh debu erupsi itu," sambungnya.

Read Entire Article
Politics | | | |