Surveyor Indonesia dan ICDX Bersinergi Perkuat Ekosistem REC Nasional

9 hours ago 9

Surveyor Indonesia dan ICDX bersinergi memperkuat ekosistem REC nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Surveyor Indonesia menjalin kerja sama dengan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) untuk memperkuat ekosistem Renewable Energy Certificate (REC) nasional. Kerja sama ini diharapkan dapat membangun sistem perdagangan energi terbarukan yang lebih transparan dan kredibel.

Kesepahaman ini mencakup penguatan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (TIC) serta pengembangan sistem REC yang selaras dengan standar internasional. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pasar energi berkelanjutan.

Direktur Utama Surveyor Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan transisi energi dan tuntutan praktik keberlanjutan global. “Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga, khususnya dalam mendukung penguatan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi, serta pengembangan ekosistem renewable energy di Indonesia,” kata Fajar dalam siaran pers, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, sistem REC yang kuat akan memastikan kredibilitas dan transparansi dalam ekosistem energi bersih nasional. “Kolaborasi ini penting untuk memastikan Indonesia mampu membangun ekosistem keberlanjutan yang kredibel, transparan, dan berintegritas, serta selaras dengan kebijakan nasional dan praktik internasional,” kata Fajar.

Dalam kerja sama ini, Surveyor Indonesia berperan dalam verifikasi dan sertifikasi atribut energi terbarukan, termasuk pengembangan sistem registri yang dapat ditelusuri. Peran ini juga memperkuat fungsi lembaga penilai kesesuaian dalam menjaga kualitas dan integritas instrumen keberlanjutan.

Bagi pelaku usaha, REC yang terverifikasi membuka akses terhadap instrumen dekarbonisasi yang dapat digunakan untuk memenuhi komitmen ESG. Selain itu, transparansi transaksi di bursa diharapkan meningkatkan kepercayaan investor dan mitra global.

Kolaborasi ini juga membuka peluang pembiayaan hijau serta mempercepat terbentuknya pasar energi terbarukan yang lebih terstruktur. Efisiensi biaya transisi energi bagi industri diharapkan meningkat seiring dengan berkembangnya ekosistem ini.

Di sisi lain, penguatan REC dinilai dapat mendorong pemanfaatan energi bersih yang berdampak pada kualitas lingkungan. Aktivitas ekonomi baru di sektor energi berkelanjutan juga berpotensi tumbuh.

Kesepahaman ini turut mencakup penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta peningkatan kapasitas pemangku kepentingan melalui edukasi dan sosialisasi.

Read Entire Article
Politics | | | |