Di tengah tekanan fiskal daerah dan kompetisi perbankan yang kian ketat, Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengandalkan produk tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) sebagai penopang utama penghimpunan dana murah. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah tekanan fiskal daerah dan kompetisi perbankan yang kian ketat, Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengandalkan produk tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) sebagai penopang utama penghimpunan dana murah sekaligus pendorong ekonomi daerah.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Rokidi menegaskan, Simpeda bukan sekadar produk tabungan, tetapi menjadi kekuatan yang menyatukan BPD di seluruh Indonesia. Basis nasabah yang luas dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga likuiditas dan memperluas inklusi keuangan.
"Karena produk tabungan Simpeda inilah kami dari Sabang sampai Merauke bisa bersatu dan malam hari ini berkumpul di Surakarta," ujarnya, dikutip Ahad (19/4/2026).
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko menyebut, kinerja Simpeda menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Hingga akhir 2025, jumlah penabung secara nasional telah melampaui 8,9 juta nasabah, tumbuh sekitar 104 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan Simpeda semakin melekat dalam aktivitas keuangan masyarakat. “Hal ini merupakan capaian yang luar biasa dan dibutuhkan, menunjukkan Simpeda sudah menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam melakukan simpanan dan transaksi keuangan,” kata Bambang.
Pertumbuhan tersebut turut tercermin di tingkat daerah. Bank Jateng mencatat tabungan Simpeda meningkat 12 persen secara tahunan atau setara Rp 2,2 triliun.
Pemerintah daerah pun mendorong peningkatan literasi dan budaya menabung masyarakat. Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Jawa Tengah Eny Lestari menilai pemanfaatan layanan perbankan secara bijak akan memperkuat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi menjaga loyalitas nasabah, program undian Simpeda tetap dipertahankan. Penarikan nasional periode II tahun 2026 digelar di Surakarta dengan total hadiah Rp 3 miliar.
Hadiah utama Rp 500 juta dimenangkan nasabah Bank Sumsel Babel. Sementara empat hadiah Rp 100 juta masing-masing diraih dua nasabah Bank Jatim, satu nasabah Bank Sumsel Babel, dan satu nasabah Bank Jateng dari Purwodadi. Undian berikutnya dijadwalkan berlangsung di Bengkulu pada Agustus 2026 dengan tuan rumah Bank Bengkulu.

8 hours ago
10

















































