REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah tokoh dan pemimpin lembaga Muslim Tionghoa dari berbagai pilar dakwah berkumpul di Masjid Lautze, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026) dalam acara Silaturahim dan Halal Bihalal usai sholat Jumat bersama.
Ketika ditanya wartawan di Jakarta, Sabtu (28/3/2026) tentang silaturahim itu, Ketua Umum Persatuan IsIam Tionghoa Indonesia (PITI), Dr Serian Wijatno, menyampaikan pertemuan bersejarah ini adalah momentum penguatan tali ukhuwah sekaligus konsolidasi gerakan dakwah inklusif di kalangan komunitas Tionghoa di Indonesia dan Muslim keseluruhan.
Pertemuan ini digelar dengan penuh keakraban dan diselingi santap siang hidangan nasi briyani dilengkapi lauk ayam bakar dalam nampan besar yang dikelilingi sambil duduk.
Suasana penuh kehangatan dan keceriaan ini diramaikan kehadiran para tokoh Muslim Tionghoa seperti Ali Karim Oei (pengasuh dan pembina Masjid Karim Oei), sementara dari jajaran pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) antara lain Serian Wijatno (Ketum), Denny Sanusi (Ketua Harian), Yus Kurnia Dharma (Bendahara), dan pengurus lainnya seperti Ilham Kurniawan ( PITI Sosial), Abdurrahman Ong (Pemuda Tionghoa Muslim) dan lainnya.
Hadir juga perwakilan Masjid Tjia Kang Hoo, Yayasan Haji Abdul Saleh, Dondy Tan selaku pemimpin Yayasan Garda Mualaf Indonesia. Selain itu ada H.Budiyanto (pembina Masjid Lautze), Wildan dan Hans Ahmad Yamin dari DKM Lautze, Fran selaku Ketua Yayasan Lautze, Yusman selaku pembina mualaf Masjid Lautze, Reynal Bendahara DKM/ Yayasan, Del Agus dan istri serta Julius HMC pendakwah Muslim Tionghoa Muda. Bahkan hadir utusan Muslim Hui Indonesia, Jia Bin.
Kehadiran para tokoh ini dinilai sebagai bukti kuatnya komitmen bersama dalam membimbing mualaf dan memperluas syiar Islam yang ramah budaya.
Karena itu, pertemuan yang awalnya halal bihalal ini berkembang menjadi diskusi yang menarik tentang bagaimana meningkatkan kiprah dakwah dan sosial di masyarakat.
Serian sendiri menekankan pentingnya menjaga warisan perjuangan almarhum Haji Abdul Karim Oei. Untuk catatan, Haji Abdul Karim Oei adalah pendiri organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan sekaligus sebagai salah satu tokoh Muhammadiyah.
Abdul Karim Oei juga turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bersama Soekarno dan Buya Hamka. Karena itu Serian menyebut Masjid Lautze bukan sekadar bangunan, melainkan simbol perjuangan yang harus terus dirawat sebagai jembatan bagi komunitas Muslim Tionghoa khususnya dan Muslim pada umumnya.
Semangat inklusivitas yang diletakkan para pendahulu, kata Serian, diharapkan tetap menjadi api yang menyatukan langkah seluruh pilar dakwah yang hadir.

4 hours ago
5















































