Setelah Masuk Nominasi Oscar, Film The Voice of Hind Rajab Kini Melenggang ke BAFTA Awards 2026

4 days ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film dokumenter drama dari Palestina The Voice of Hind Rajab masuk nominasi British Academy Film Awards (BAFTA) dalam kategori Film Berbahasa Non-Inggris. Nominasi ini diraih hanya beberapa pekan setelah film tersebut masuk daftar nominasi Golden Globe dan Oscar.

Film ini mengangkat kisah nyata penargetan dan pembunuhan Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia lima tahun, oleh militer Israel di Jalur Gaza pada Januari 2024. Dalam kategori BAFTA tersebut, The Voice of Hind Rajab bersaing dengan film Iran It Was Just an Accident, film Korea Selatan No Other Choice dan film Spanyol Sirat.

Film ini dibintangi oleh seluruh pemeran Palestina, yakni Saja Kilani, Motaz Malhees, Amer Hlehl, dan Clara Khoury. Saat ini, The Voice of Hind Rajab diputar di sejumlah negara, termasuk Tunisia, Prancis, dan AS.

Disutradarai oleh Kaouther Ben Hania, The Voice of Hind Rajab merekonstruksi panggilan telepon selama tiga jam antara Hind dan petugas operator Palang Merah Palestina (PRCS). Film ini memutar ulang rekaman asli percakapan tersebut. Dalam rekaman tersebut, Hind terdengar menangis dan memohon pertolongan, sementara ia terjebak di dalam mobil yang dikelilingi jasad anggota keluarganya yang sebelumnya tewas akibat serangan Israel. Film tersebut juga menunjukkan keberadaan sebuah tank Israel di dekat lokasi, serta menggambarkan kesulitan tim penyelamat yang berusaha menjangkaunya di tengah serangan yang terus berlangsung.

Docudrama ini juga menggambarkan kesulitan para petugas operator palang merah yang berupaya mengatur pengiriman ambulans, sambil terus menenangkan Hind dan meyakinkannya bahwa bantuan sedang menuju lokasi, demikian seperti dilansir laman The New Arab, Sabtu (31/1/2026).

Hind Rajab dan sepupunya, Layan Hamadeh (15 tahun), sempat selamat dari serangan awal ketika kendaraan mereka menjadi sasaran tembakan tank dan senjata api Israel. Layan tewas setelah melakukan panggilan darurat pertama, meninggalkan Hind sebagai satu-satunya yang masih hidup.

Tak lama kemudian, Hind bersama dua paramedis palang merah juga tewas akibat tembakan hebat dari pasukan Israel, memicu kecaman internasional. Lembaga pemantau hak asasi manusia Euro-Med Human Rights Monitor menyebut insiden tersebut sebagai eksekusi terencana.

Israel sempat membantah bahwa pasukannya berada di lokasi kejadian atau terlibat dalam serangan tersebut. Namun citra satelit serta rekonstruksi medan tempur menunjukkan bahwa tank-tank Israel berada di sekitar lokasi kendaraan keluarga Hind saat serangan terjadi.

Investigasi lanjutan mengungkap bahwa mobil yang ditumpangi Hind dan keluarga dihujani sekitar 335 peluru. Analisis forensik independen dan laporan media menyimpulkan bahwa sebuah tank Israel kemungkinan menembakkan ratusan peluru dari jarak dekat, cukup dekat untuk dapat melihat keberadaan warga sipil di dalam mobil.

Film ini mendapat pujian luas dari kritikus internasional. Di Festival Film Venesia, The Voice of Hind Rajab memenangkan Silver Lion - Grand Jury Prize, sekaligus mencatatkan rekor standing ovation terpanjang selama 23 menit.

Selain dikenang melalui film, kematian Hind Rajab juga dikenang melalui berbagai bentuk memorial, termasuk lagu "Hind Hall" karya Macklemore, serta pendirian sebuah yayasan atas namanya yang bertujuan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam perang genosida Israel di Gaza.

Read Entire Article
Politics | | | |