REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jose Mourinho bakal menghadapi salah satu klub yang memiliki tempat khusus dalam perjalanan kariernya, yakni Inter Milan. Namun, ketika Real Madrid asuhannya meladeni Inter di Liga Champions, Mourinho menegaskan tak ada ruang bagi nostalgia. Baginya, laga tersebut tetap pertandingan biasa yang harus dimenangi.
"Di Inter, mereka melihat saya sebagai teman, tidak diragukan lagi," kata Mourinho dalam laman resmi Real Madrid, Senin (7/9/2026).
Mourinho memahami kedekatannya dengan Inter Milan tidak akan hilang begitu saja. Ia pernah membawa klub Italia tersebut mencapai salah satu periode terbaik dalam sejarahnya. Namun, statusnya kini sebagai pelatih Real Madrid membuat hubungan emosional itu harus dikesampingkan selama pertandingan berlangsung.
"Selama pertandingan, saya tidak berpikir mereka akan melihat saya sebagai teman ketika saya menjadi pelatih Real Madrid," ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Madrid akan menjamu Inter di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Duel ini juga akan mempertemukan Mourinho dengan Cristian Chivu. Mantan bek Inter itu pernah menjadi anak asuh Mourinho dan kini dipercaya menangani Nerazzurri.
"Chivu adalah salah satu mantan pemain saya. Inter juga salah satu tim yang pernah saya latih dan akan selalu begitu. Saya sangat menyayangi Chivu dan senang melihat semuanya berjalan baik untuknya," kata Mourinho.
Ia bahkan tak menutup kemungkinan memberikan pelukan kepada Chivu. Namun, momen tersebut hanya berlaku sebelum dan setelah pertandingan.
"Saya akan senang memeluknya sebelum pertandingan dan sesudah pertandingan, tetapi tidak selama pertandingan," lanjut Mourinho.
Inter memiliki ikatan kuat dengan Mourinho. Ia menangani klub tersebut pada 2008 hingga 2010 dan mencapai puncak kariernya bersama Nerazzurri pada musim 2009/2010.
Pada musim tersebut, Mourinho membawa Inter meraih treble dengan menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Prestasi itu menempatkan namanya dalam sejarah klub sekaligus membuatnya sangat dicintai pendukung Inter.
Kenangan paling ikonik terjadi pada final Liga Champions 2010 di Santiago Bernabeu. Inter mengalahkan Bayern Munchen 2-0 melalui dua gol Diego Milito dan mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 1965.
Tak lama setelah kesuksesan tersebut, Mourinho meninggalkan Inter untuk menangani Real Madrid. Kini, ia kembali menghadapi Nerazzurri, tetapi kali ini dengan berada di sisi yang berseberangan.
sumber : Antara

8 hours ago
23

















































