AS Curigai Kapal dan Crane China Jadi Mata-Mata

2 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekhawatiran Amerika Serikat terhadap aktivitas intelijen China kini bergerak dari dunia siber dan satelit menuju sesuatu yang jauh lebih dekat dengan urat nadi perdagangan: kapal kargo dan crane raksasa di pelabuhan.

Dua pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump menuding perusahaan pelayaran milik negara China, COSCO Shipping, menggunakan perangkat tersembunyi di atas kapal untuk mengumpulkan sinyal komunikasi militer di dekat garis pantai sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.

Reuters melaporkan pada 1 September 2026, kedua pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan COSCO memiliki hubungan pengumpulan intelijen dengan Beijing yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kapal-kapal tersebut dituding mampu mengumpulkan komunikasi dari kapal dan pesawat yang beroperasi di kawasan Eropa, Amerika Utara, dan Asia.

Tuduhan itu langsung dibantah COSCO. Perusahaan pada Jumat (4/9/2026) menyebut tuduhan bahwa armadanya digunakan untuk memata-matai negara lain sebagai tidak berdasar dan tidak benar. COSCO menegaskan seluruh perangkat komunikasi, navigasi, keselamatan, dan operasional di kapalnya digunakan semata-mata untuk kepentingan komersial, termasuk navigasi, komunikasi kapal-ke-darat, dan respons keadaan darurat.

Kedutaan Besar China di Washington juga menyatakan Beijing tidak pernah meminta perusahaan maupun individu mengumpulkan informasi intelijen di luar negeri dengan melanggar hukum setempat.

Namun pengungkapan Reuters tersebut kembali membuka perdebatan lama di Washington: seberapa jauh infrastruktur komersial China dapat digunakan untuk kepentingan negara dan militernya?

Penulis dan pengkritik China Gordon Chang bahkan mengatakan tuduhan terhadap kapal COSCO sama sekali tidak mengejutkannya.

“Saya sama sekali tidak terkejut dengan hal ini karena kita tahu bahwa selama beberapa dekade China telah melakukan kampanye pengumpulan informasi yang tanpa henti terhadap Amerika Serikat,” kata Chang dalam program “American Agenda” di Newsmax, Senin.

Menurut Chang, persoalannya tidak berhenti pada kapal kargo yang mendekati pantai Amerika. “Bukan hanya kapal-kapal COSCO di perairan kita,” ujarnya.

“Ini juga crane-crane raksasa di seluruh pelabuhan kita. Kita tahu perusahaan Shanghai, ZPMC, yang membangun crane-crane tersebut telah memasukkan modul komunikasi ke dalam crane yang tidak menjadi bagian dari spesifikasi awal,” kata Chang.

Di titik ini, sebagian pernyataan Chang ternyata mempunyai dasar pada temuan penyelidikan resmi Amerika.

Modem Misterius di Crane Pelabuhan

Shanghai Zhenhua Heavy Industries atau ZPMC merupakan produsen crane pelabuhan milik negara China yang sangat dominan secara global.

Laporan bersama House Committee on Homeland Security dan House Select Committee on the Chinese Communist Party pada September 2024 menyebut hampir 80 persen crane ship-to-shore yang digunakan di pelabuhan AS dibuat ZPMC. Secara global, pangsa pasar perusahaan tersebut disebut sekitar 70 persen. Crane ship-to-shore merupakan perangkat raksasa yang berdiri di tepi dermaga dan digunakan untuk memindahkan peti kemas antara kapal dengan terminal.

Artinya, jika crane tersebut terganggu, proses bongkar muat peti kemas juga dapat terganggu. Investigasi Kongres menemukan modem seluler terpasang pada sejumlah crane ZPMC yang beroperasi di pelabuhan AS meski perangkat tersebut tidak tercantum dalam kontrak antara pelabuhan dan ZPMC.

Menurut laporan tersebut, modem itu tidak diperlukan agar crane dapat beroperasi. Sejumlah pelabuhan memahami perangkat tersebut sebagai fasilitas diagnosis dan monitoring jarak jauh. Tetapi beberapa operator sebelumnya memilih tidak membeli fitur tambahan tersebut, sementara modem ditemukan sudah terpasang ketika crane diperiksa di China.

Read Entire Article
Politics | | | |