Prof Sudarnoto: Pengiriman TNI ke Gaza Masuk dalam ISF, Berpeluang Melawan Hamas

2 hours ago 4

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Jumat (31/10/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang  Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengungkapkan, pengiriman ribuan tentara Indonesia ke Gaza dilakukan dalam kerangka International Stabilization Forces (ISF). Pasukan yang diarahkan untuk menciptakan keamanan wilayah dan membangun stabilitas Gaza pascakonflik tersebut dinilai berada di bawah kendali AS. 

"Sepengetahuan saya, di bawah kendali Amerika. Arahnya sebetulnya menciptakan keamanan wilayah (regional security) atau membangun stabilitas wilayah Gaza pascakonflik,"ujar dia lewat keterangan tertulis kepada Republika, Selasa (10/2/2026).

Dia menjelaskan, spirit ISF tersebut sejalan dengan program demiliterisasi di Gaza dan Palestina secara keseluruhan yang diartikan sebagai pelucutan senjata. Dalam logika ISF, kata dia, Hamas yang selama ini melakukan perlawanan adalah menjadi program penting.

"Jadi, logikanya jelas, selama ada Hamas dan Hamas bersenjata, maka keamanan wilayah tidak akan terwujud. Bahkan, wilayah di Gaza tidak pernah stabil. Karena itu, Hamas harus dilucuti senjatanya. Bukan tentara Israel. Karena itu, hemat saya, misi perdamaian dalam perspektif ISF sangat berbahaya,"tambah Sudarnoto.

Menurut Sudarnoto, ISF belum menjadi entitas resmi tunggal seperti UNIFIL atau UNDOF (Golan) yang jelas di bawah mandat DK PBB. Karena itu, kata dia, Indonesia harus berhati-hati jika memang benar-benar akan mengirimkan tentara ke Gaza. Dia meminta agar TNI tak sampai terperangkap atau terjebak dengan agenda hegemonik Amerika dan Israel  yaitu menundukkan Gaza/Palestina.

Jika tidak dipertimbangkan matang, dia menilai, pengiriman tentara ini berisiko tinggi karena akan berhadapan dengan Hamas. Jika sampai terjadi, ujar dia, reputasi dan nama baik Indonesia sebagai bangsa yang selama ini membela Palestina akan jatuh.

"Hemat saya ISF bukan instrumen perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Padahal yang selama ini Indonesia perjuangkan adalah kemerdekaan Palestina dan menghapuskan penjajahan di muka bumi ini termasuk penjajah Israel. Karena itu, sangat rasional untuk mempertimbangkan kembali pengiriman tentara Indonesia ke Gaza dalam kerangka ISF,"jelas dia.

Read Entire Article
Politics | | | |