Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah dan Tasyakuran Dies Natalis ke-28 ITPLN pada Rabu (1/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mendorong Institut Teknologi PLN (ITPLN) menjadi kampus transisi energi yang berdaya saing global. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan hal itu dalam momentum Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah dan Tasyakuran Dies Natalis ke-28 ITPLN pada Rabu (1/4/2026).
PLN memandang bertambahnya usia ITPLN perlu diikuti dengan penguatan peran institusi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan teknologi ketenagalistrikan. Langkah itu dinilai penting agar ITPLN mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan energi berkelanjutan dan penyiapan sumber daya manusia sektor energi.
“Di usia yang terus bertambah, kiranya ITPLN semakin memperkuat kiprahnya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan teknologi ketenagalistrikan yang berdaya saing global,” ujar Darmawan dalam pesan singkat yang disampaikan langsung kepada Rektor ITPLN, dikutip Kamis (2/4/2026).
Menurut dia, kampus tidak cukup hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga harus menjadi tempat lahirnya generasi penerus yang siap menjawab tantangan sektor energi. ITPLN dipandang memiliki posisi strategis dalam menyiapkan talenta yang dibutuhkan di tengah perubahan besar di sektor ketenagalistrikan.
Darmawan juga berharap ITPLN terus menjaga arah pengembangannya sejalan dengan visi menjadi perguruan tinggi unggul. Fokus itu dinilai relevan dengan agenda transisi energi nasional yang kini menjadi perhatian besar di sektor ketenagalistrikan.
Rektor ITPLN Prof Iwa Garniwa menyambut pesan Dirut PLN itu sebagai dorongan moral bagi seluruh civitas akademika. Ia menilai kepercayaan dari PLN harus dijawab melalui kerja institusional yang terukur dan konsisten.
“Ini menjadi penghargaan sekaligus tantangan bagi kami. Harapan dari Dirut PLN harus kita realisasikan bersama,” kata Iwa.
Ia mengajak seluruh jajaran kampus memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idulfitri untuk memperkuat komitmen membangun institusi. Bagi ITPLN, penguatan kualitas kampus tidak bisa dilepaskan dari budaya kerja, kebersamaan, dan keseriusan dalam menyiapkan lompatan berikutnya.
Dalam refleksinya, Iwa mengibaratkan usia 28 tahun ITPLN sebagai fase pendidikan yang mendekati tahap akhir doktoral atau S3. Gambaran itu dipakai untuk menegaskan bahwa ITPLN kini berada pada fase penting menuju standar internasional.
Ia menilai satu tahun ke depan akan menjadi periode krusial bagi ITPLN untuk naik kelas. Penguatan mutu akademik, kapasitas kelembagaan, dan reputasi kampus menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

7 hours ago
7















































