Pesta Rakyat di Kawasan Malioboro, 16 Ribu Porsi Nasi Angkringan Gratis Bisa Dinikmati Warga

7 hours ago 8

Suasana kirab budaya di kawasan Malioboro hingga Keraton Yogyakarta dalam rangka Mangayubagya Yuswa ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (2/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Suasana meriah terasa kawasan Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara Yogyakarta pada Kamis (2/4/2026). Ribuan warga dan wisatawan tumpah ruah menyaksikan kirab pamong dan lurah se-DIY yang membawa hasil bumi dalam rangka Mangayubagya 80 Tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sejak pagi, denyut perayaan sudah terasa. Tidak hanya kirab, ribuan porsi nasi angkringan juga disiapkan untuk melayani lebih dari ribuan ribu pamong kalurahan dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) yang mengikuti sowan massal. Sajian sederhana khas angkringan ini menjadi pengikat kebersamaan antara masyarakat dan pemimpinnya.

Sementara pada sore hingga malam hari nanti, kemeriahan bergeser ke sepanjang Malioboro. Kawasan ikonik ini akan disulap menjadi ruang pesta rakyat terbuka. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, mengatakan pesta rakyat dibagi menjadi dua sesi untuk menjaga kenyamanan pengunjung.

"Mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WIB, dibagi dua sesi. Setiap sesi ada 80 angkringan, masing-masing menyediakan 100 nasi kucing. Pembagian dua sesi dilakukan untuk mengatur distribusi masyarakat agar tetap nyaman selama acara berlangsung," kata Imam dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Dalam satu sesi, sekitar 8.000 porsi nasi angkringan dibagikan secara gratis. Dengan dua sesi, total lebih dari 16 ribu porsi disajikan kepada masyarakat hingga malam hari. Bentangan angkringan itu nantinya akan tersedia mulai dari kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, mencakup area Teras Malioboro, Pasar Beringharjo, hingga depan Museum Sonobudoyo yang selama ini menjadi pusat keramaian.

"Konsep ini menjadi cara sederhana namun kuat untuk menghadirkan kebersamaan dalam ruang publik. Ini memang dari masyarakat untuk masyarakat, sebagai bentuk kebersamaan dalam memaknai momen ini," kata Imam.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyampaikan pesta rakyat ini mengusung tajuk “Pesta Rakyat Golong Gilig” dengan konsep “art on the street”.

Pesta rakyat ini akan disemarakkan dengan pertunjukan seni di berbagai panggung. Masyarakat nantinya disuguhi beragam atraksi mulai dari jathilan, reog, panembromo, tari angguk, hingga keroncong dan band yang tampil di ruang terbuka.

Sebanyak 10 titik atraksi budaya tersebar di sepanjang Malioboro, menghadirkan seni tradisi dan kontemporer yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat di ruang publik.

"Sajian sederhana tersebut menjadi simbol kedekatan dan cara merayakan yang membumi bersama masyarakat," ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |