Plastik Mahal Ubah Perilaku Warga, Sampah Berkurang

10 hours ago 8

Petugas memilah sampah botol plastik di Bank Sampah Induk Cimahi (Samici), Kota Cimahi, Jawa Barat. Terjadi penurunan setoran sampah plastik setelah naiknya harga plastik imbas konflik geopolitik global.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI — Kenaikan harga plastik mulai mengubah perilaku warga dalam menggunakan kemasan sekali pakai. Dampaknya, volume sampah plastik yang masuk ke Bank Sampah Induk Cimahi atau Samici menurun dalam tiga bulan terakhir.

Penurunan ini dinilai sebagai sinyal positif karena penggunaan plastik sekali pakai mulai ditekan. Masyarakat kini cenderung memakai ulang plastik sehingga sampah yang dihasilkan ikut berkurang.

Data Bank Samici mencatat setoran sampah plastik pada Januari 2026 mencapai 27.517,9 kilogram, lalu turun menjadi 23.050,6 kilogram pada Februari dan kembali turun menjadi 22.619,5 kilogram di Maret. Penurunan juga terjadi pada plastik kresek dari 959,5 kilogram menjadi 647,1 kilogram dalam periode yang sama.

Koordinator Bank Samici Dewi Eriyanti mengatakan, tren penurunan terjadi konsisten setiap bulan baik dari nasabah kelompok maupun individu. “Penyetoran sampah plastik baik dari Bank Sampah Unit maupun dari masyarakat sekitar itu terjadi penurunan. Kan kita rekapnya bulanan, jadi dari Januari sampai Maret itu terus turun,” kata Dewi saat ditemui di Bank Samici, Jalan KH Usman Dhomiri, Kota Cimahi, Kamis (16/4/2026).

Menurut Dewi, mahalnya harga plastik mendorong masyarakat lebih bijak dalam penggunaan. Plastik yang sebelumnya sekali pakai kini dimanfaatkan berulang kali. “Tentu ada karena kenaikan harga plastik dari pasaran otomatis penggunan plastik juga berkurang. Dampaknya jadi penyetoran sampah plastik juga berkurang karena mungkin plastik bekas dipakai lagi untuk pewadahan dan lain-lain, jadi enggak sekali pakai,” ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |