Pecah Rekor, Prancis Alami Juni 2026 Terpanas Sepanjang Sejarah, 72 Wilayah Siaga Merah

8 hours ago 10

Anak-anak bermain di air mancur pada hari yang cerah di Montpellier, Prancis selatan, 18 Juni 2026. Prancis mengalami peningkatan suhu, mendorong Meteo-Prancis mengeluarkan peringatan oranye untuk 29 departemen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Prancis mengalami Juni 2026 sebagai bulan Juni terpanas sepanjang sejarah pencatatan cuaca modern negara itu. Rekor tersebut membuat otoritas Prancis menetapkan 72 wilayah dalam status siaga merah gelombang panas, jumlah tertinggi sejak sistem peringatan itu diberlakukan pada 2004.

Menurut laporan bulanan Meteo-France yang dirilis Jumat (3/7), suhu rata-rata nasional Prancis pada Juni 2026 mencapai 22,7 derajat Celsius. Angka itu 3,8 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata suhu normal periode 1991-2020.

Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya pada Juni 2003. Saat itu, suhu rata-rata nasional Prancis tercatat 3,5 derajat Celsius di atas normal. Gelombang panas 2003 selama ini dikenal sebagai salah satu episode cuaca ekstrem paling mematikan di Eropa.

Meteo-France menyebut lonjakan suhu tahun ini dipicu gelombang panas bersejarah yang mulai terjadi pada 17 Juni. Gelombang panas tersebut kemudian menguat pada 22 hingga 26 Juni dan menyebar ke banyak wilayah di Prancis.

Pada 24 dan 25 Juni, Prancis mencatat dua hari terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1947. Rekor itu berlaku untuk semua bulan, bukan hanya Juni. Untuk pertama kalinya, suhu rata-rata nasional selama 24 jam mencapai 30 derajat Celsius.

Layanan cuaca publik Prancis menilai gelombang panas kali ini datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan memiliki intensitas sangat tinggi. Kondisi ekstrem tersebut terus berlanjut hingga 30 Juni sebelum suhu mulai berangsur menurun di sejumlah wilayah.

Dampak cuaca ekstrem itu membuat 72 wilayah ditempatkan dalam status siaga merah gelombang panas. Status tersebut merupakan tingkat peringatan tertinggi dan menunjukkan adanya risiko besar terhadap kesehatan, aktivitas publik, serta layanan dasar masyarakat.

Jumlah wilayah yang masuk siaga merah menjadi yang terbanyak sejak sistem peringatan gelombang panas diterapkan di Prancis pada 2004. Keputusan itu menggambarkan besarnya tekanan yang dihadapi otoritas setempat dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Rekor panas Juni 2026 kembali memperkuat kekhawatiran para ilmuwan terhadap meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas di Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut berulang kali menghadapi suhu ekstrem yang berdampak pada kesehatan warga, pertanian, pasokan air, dan infrastruktur perkotaan.

sumber : Xinhua

Read Entire Article
Politics | | | |