Qaista zaskia laila takbira
Info Terkini | 2026-07-03 23:19:22
Hello sehat
Seperti yang kita ketahui keluarga adalah wadah yang penting bagi setiap individu, dimana keluarga bisa tempat kita berpulang tempat kita untuk istirahat, tempat kita bisa bercerita, tempat kita tidak perlu merasa takut, tempat kita merasa dicintai sepenuh nya secara utuh. Tapi seperti yang kita ketahui bahwasannya setiap individu memiliki takdir Masing-Masing takdir yang berbeda dan tidak sama tidak semua individu merasakan hal yang sama dan tidak semua individu bisa merasakan apa itu arti keluarga.
Alarm Kesehatan Mental Anak: CKG Temukan Ratusan Ribu Anak Bergejala Cemas dan Depresi
09 Mar 2026
35,434
Jakarta, 9 Maret 2026
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia. Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi gejala kecemasan dan depresi dalam jumlah signifikan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (9/3).
Budi mengungkapkan, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).
“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” ujar Budi.
Menurutnya, persoalan kesehatan mental pada anak perlu mendapat perhatian serius karena dapat berujung pada kematian akibat bunuh diri. Data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan tren peningkatan anak yang mencoba bunuh diri, dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023.
Menkes menjelaskan, masalah kesehatan jiwa pada anak tidak hanya dipengaruhi faktor individu, tetapi juga lingkungan keluarga, pertemanan, serta pendidikan.
“Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Semua orang pasti menghadapi tekanan, namun yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya dengan baik,” katanya.
Seperti yang kita lihat bahwasanya anak-Anak di Indonesia memiliki masalah tekanan mental beberapa akibat lingkungan keluarga.
Fenomena yang menjadi sorotan adalah tingginya angka perceraian di Indonesia dan konsekuensinya bagi anak. Kasus perceraian membawa dampak emosi negatif seperti timbulnya rasa benci kepada orang tua, stres, depresi, serta kecenderungan perilaku sosial yang terganggu (menjadi pendiam atau menarik diri) pada anak. Rumah tangga yang retak dapat menyebabkan generasi muda, khususnya Generasi Z, rentan terhadap masalah depresi dan kecemasan jangka panjang. Keluarga yang tidak harmonis menjadi salah satu sumber stres terpenting anak; apabila tidak ditangani, masalah ini dapat memicu gangguan identitas, menurunnya prestasi akademik, serta pola asuh negatif di masa depan (Humairah, 2024). Keadaan ini mengindikasikan bahwa topik broken home dan kesehatan emosional anak sangat penting untuk diteliti, mengingat implikasi jangka panjangnya terhadap perkembangan psikologis dan sosial generasi mendatang.
pentingnya penelitian ini tidak dapat diabaikan. Perceraian yang tinggi dan dampaknya (stres, depresi, trauma) membuat isu kesehatan mental anak-anak broken home menjadi darurat sosial dan masih banyak orang tua dan masyarakat yang belum menyadari bahwa konflik keluarga atau egoisme orang tua memiliki konsekuensi serius terhadap anak-anaknya (Syahdariani, 2025). Hal ini diperburuk oleh kurangnya pemahaman publik tentang pentingnya peran pendamping psikologis (konselor) bagi anak- anak rentan.
Untuk itu pentingnya peran psikologi terhadap Anak-Anak di Indonesia untuk membantu dalam memahami dan mengelola dampak dari pengalaman tersebut sehingga mereka dapat berkembang secara sehat. Dengan cara melakukan assesmen Psikologis, serta memberikan konseling psikologis, Serta memberikan Terapi Kognitif Perilaku (CBT) ini agar mengubah pola pikir negatif menjadi lebih adaptif. Play therapy dimana artinya terapi bermain agar membantu anak usia dini mengekspresikan emosinya melalui permainan akan tetapi kita memiliki tantangan dalam hal ini, seperti yang kita ketahui Indonesia kekurangan tenaga Psikolog profesional.
Indonesiago.id
Kekurangan tenaga Psikolog profesional di Indonesia dan belum pemerataan di seluruh wilayah. Diharapkan pemerintah dapat menangani tantangan yang sedang kita hadapi dengan cepat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

5 hours ago
4








































