Pasien Campak Wajib Isolasi Mandiri Meski Gejala Ringan

14 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Health coach sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, dr Kasim Rasjidi, mengimbau masyarakat yang terkena campak untuk melakukan isolasi mandiri dan tidak bersosialisasi. Campak sangat mudah menular terutama pada balita dan anak-anak.

"Betul, kalau kena campak, lakukan isolasi mandiri. Campak itu mudah sekali menular, apalagi pada anak dan balita. Meskipun sebetulnya dewasa juga masih bisa terpapar, saya pernah dapat kasus seorang wanita kena campak di hari pernikahannya," kata dr Kasim saat dihubungi Republika, Senin (9/3/2026).

Dokter Kasim mengatakan seseorang yang terinfeksi campak umumnya tidak lagi menularkan virus ketika kondisi tubuhnya sudah kembali fit. Secara teoritis, seseorang tidak lagi menularkan virus campak setelah sekitar lima hari ruam pada kulit mulai muncul.

Meski demikian, proses pemulihan setiap orang bisa berbeda. Ada pasien yang langsung merasa bugar setelah melewati fase akut, namun ada juga yang masih merasakan lemas selama beberapa waktu meskipun gejala utama telah mereda.

"Pemulihan campak, seperti juga demam berdarah dengue, kalau sudah pulih ya pulih. Artinya, ketika seseorang sudah sembuh, infeksi tersebut benar-benar telah selesai. Kalau kemudian seseorang terkena campak lagi, itu berarti infeksi baru," ujar dr Kasim.

Hal senada disampaikan pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni. Dia mengimbau individu agar tidak melakukan aktivitas berkumpul atau berkerumun apabila memiliki tanda maupun gejala yang mengarah pada campak.

Individu dengan gejala demam maupun ruam kemerahan, kata dia, sebaiknya menghindari kontak dengan individu sehat dan segera melakukan isolasi mandiri di rumah. “Khusus kepada individu yang memiliki gejala demam, ada tanda-tanda suspek campak seperti ruam kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul, kemudian tidak pergi ke tempat-tempat, termasuk tempat wisata maupun tempat keramaian lainnya. Sebaiknya di rumah saja,” kata Andi dalam konferensi pers Update Kasus Campak di Indonesia yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, dikutip pada Ahad (8/3/2026).

Read Entire Article
Politics | | | |