Naskah Khutbah Jumat: Merawat Ketaatan Pasca-Ramadhan

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH. Arif Ramdani, Ketua PW IKADI Provinsi Jawa Barat

Khutbah Pertama

الحمد لله مصرف الشهور والأيام، نحمده على نعمه العظام، والصلاة والسلام على خير من صلى وصام، وطاف بالبيت الحرام صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن اتبع سبيلهم بإحسان

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

أما بعد.....

Hadirin sidang jumat Rahimakumullah,

Salah satu ciri orang yang imannya benar kepada Allah adalah yang senantiasa menjaga keta'atan kepada Allah swt dimanapun berada, dan kapanpun, tidak hanya di musim-musim tertentu saja, karena ketika kita sudah menyatakan beriman, sesunggunya kita sudah mengikatkan perjanjian dengan Allah swt. akan menjadi seorang hamba yang sejati, yang akan tunduk dan patuh kepada Allah swt.

Allah swt telah memberikan anugerah dan kenikmatan, dengan mengantarkan kita sampai di bulan Ramadhan dan sampai selesai kita melaksanakan kewajiban di bulan Ramadhan, kita mendapatkan penempaan khusus, training khusus di bulan Ramadhan, dengan menu-menu yang khusus, dengan kurikulum yang khusus, berupa ibadah shaumnya, sholat malamnya, interaksi dengan Alqurannya, malam lailatul qodarnya, dengan itikafnya, doa-doa dan dzikirnya, kebersamaannya, tausiyah-tausiyah yang memperkuat ilmu, iman dan amal, sedekah dan zakat, kepedulian kepada sesama, memperkuat kepribadian dan akhlak mulia, dengan menemukan hakikat sabar, menjadi pribadi yang lebih ikhlas, istiqomah, dan tangguh dalam menghadapi kesulitan, menemukan hakikat pengendalian hawa nafsu, pengendalian seluruh tubuh, harmonisasi hubungan keluarga dan hubungan sosial, dan akhlak-akhlak mulia yang lain yang terkandung dalam bulan ramadan, sehingga setelah bulan Ramadhan menjadi insan yang bertaqwa, menjadi insan yang lebih waspada dan mawas diri dari godaan syaitan, memiliki kapasitas keimanan yang lebih tangguh, menjadi manusia yang lebih amanah, lebih jujur, mampu mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan diri dari kerakusan dunia, lebih bersabar dalam menghadapi berbagai kesulitan, dan memiliki kepribadian sebagai orang yang berakhlak mulia.

Ramadhan telah mendidik kita menjadi manusia yang mulia, manusia yang paripurna, dosa-dosa kita dibakar di bulan ramadan, dan jiwa kita lebih sehat, begitujuga fisik kita lebih segar, karena puasa disamping ibadah, tetapi juga menyehatkan, jika dilaksanakan dengan benar.

Hadirin sidang jumat Rahimakumullah,

Allah swt mengingatkan kepada kita dalam surat An nahl ayat 92:

ولا تكونوا كالتي نقضت غزلها من بعد قوة ألكانا تتجدون أيْمَالَكُمْ دَخلًا بينكم أن تكونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَتْلُوكُم الله به ولينيين لكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. (An Nahl: 92)

Read Entire Article
Politics | | | |