Seorang wanita berolahraga jalan kaki (ilustrasi). Jalan kaki menjadi salah satu olahraga paling sederhana dengan manfaat luar biasa, mulai dari kesehatan jantung melalui kardio zona 2, memperbaiki suasana hati, hingga memperkuat sistem imun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jalan kaki menjadi salah satu olahraga paling sederhana dengan manfaat luar biasa, mulai dari kesehatan jantung melalui kardio zona 2, memperbaiki suasana hati, hingga memperkuat sistem imun. Namun, adakah waktu paling optimal untuk berjalan kaki?
Jawabannya, perpaduan antara "ya" dan "tidak". Bagi "tim jalan pagi", ada banyak alasan untuk bersorak. Manfaat pertama tentu saja soal konsistensi. Menyelesaikan target langkah di pagi hari meminimalisasi risiko rencana tersebut batal karena kesibukan yang muncul mendadak.
Namun, sains melihat lebih dalam dari sekadar manajemen waktu. Paparan sinar matahari pagi membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, yang berujung pada kualitas tidur yang lebih baik di malam hari.
Selain itu, jalan pagi terbukti memberikan keunggulan pada kesehatan metabolik. Sebuah studi tahun 2023 dalam Journal of Physiology menemukan bahwa jalan pagi memperbaiki tekanan darah dan resistensi insulin dibandingkan jalan sore.
Terkait penurunan berat badan, ada teori tentang fasted walking atau berjalan dalam kondisi perut kosong. “Berolahraga dalam keadaan puasa saat simpanan glikogen minimal dapat membantu Anda membakar lebih banyak lemak,” ujar ahli bedah bariatrik bersertifikat, dr Michael Russo, dikutip dari laman Women's Health pada Kamis (6/3/2026). Namun, ia juga memberi catatan penting bahwa hal ini tidak cocok bagi semua orang karena bisa memicu kelelahan ekstrem jika asupan protein harian rendah.
Jika Anda bukan tipe orang yang bisa bangun pagi dengan ceria, jangan berkecil hati. Berjalan kaki di siang atau sore hari memiliki keunggulan tersendiri, terutama setelah mengonsumsi sarapan dan makan siang.

3 hours ago
4
















































