Mojtaba Instruksikan Lawan Segala Upaya AS Pindahkan Uranium Diperkaya Keluar dari Iran

2 hours ago 6

Warga Iran berjalan di depan foto Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di Teheran, Ahad (19/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menginstruksikan bahwa uranium diperkaya negaranya tidak akan dikirim ke luar negeri. Instruksi Mojtaba itu diungkapkan dua sumber dari kalangan pejabat senior Iran dikutip Reuters dilansir Independent, Kamis (21/5/2026).

"Instruksi Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di dalam kepemimpinan, bahwa stok uranium diperkaya harus tidak keluar dari negara (Iran)," ujar salah satu pejabat senior Iran.

Para pejabat tinggi Iran, kata sumber itu, meyakini bahwa membawa keluar material uranium diperkaya ke luar negeri akan membuat Iran lebih rapuh dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Menurut data IAEA, Iran saat memiliki 440 kilogram uranium dengan tingkat pemurniaan 60 persen saat AS dan Israel melanarkan serangan ke fasilitas nuklir pada Juni 2025.

Sementara beberapa pejabat Israel kepada Reuters mengatakan bahwa, Presiden AS Donald Trump memberikan jaminan kepada Tel Aviv bahwa stok uranium diperkaya Iran yang dibutuhkan untuk membuat bom nuklir, akan dikirim keluar dari Iran dan kesepakatan apapun yang akan dicapai nantinya harus mencakup klausul soal uranium itu. Iran meski memperkaya uranium hingga tingkat pemurnian 60 persen sudah berulang kali membantah bahwa mereka berniat membuat bom nuklir.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dia menimbang untuk melanjutkan perang hingga uranium diperkaya dikeluarkan dari Iran, Teheran mengakhiri milisi proxy mereka dan penghapusan kepabilitas rudal balistik Iran.

Dua sumber Iran mengatakan bahwa ada kecurigaan mendalam di dalam negeri Iran bahwa gencatan senjata saat ini adalah sebuah taktik tipuan Washington untuk menciptakan sebuah suasana krisis keamanan sebelum melanjutkan serangan. Negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, pada Rabu (20/5/2026) mengatakan bahwa "pergerakan jelas dan tersembunyi dari musuh" menunjukkan Amerika sedang mempersiapkan serangan baru.

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

Read Entire Article
Politics | | | |