Lokasi Kopdes tak Strategis, Dinkop Jateng: Yang di Atas Gunung Bisa Dibikin Kafe

9 hours ago 15

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Desy Arijani, mengakui terdapat sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jateng berdiri di lokasi yang dinilai kurang representatif. Menurutnya, hal itu nantinya menjadi tugas manajer KDKMP untuk bisa mengembangkan bisnis dari unit koperasi terkait.

Desy mengungkapkan, pihak Dinas tak mengetahui penentuan lokasi pembangunan gedung KDKMP. Sebab pemilihan lokasi dilakukan lewat musyawarah desa. Sementara pembangunan infrastrukturnya dieksekusi PT Agrinas Pangan Nusantara bekerja sama dengan TNI.

“Kami tahunya lewat medsos, ternyata ada yang di puncak bukit, ada yang di kuburan. Kami kan tidak terlibat sampai pada pembangunan karena itu memang PT Agrinas yang kemudian menggandeng TNI untuk membangun,” kata Desy ketika diwawancara di kantornya, Rabu (12/8/2026).

Dia menerangkan, untuk membangun KDKMP, setiap desa/kelurahan harus menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi. Seluas 600 meter persegi di antaranya dikhususkan untuk bangunan atau gedung. Menurut Desy, tidak semua desa/kelurahan, khususnya di Jateng yang memiliki kualifikasi lahan semacam itu.

Desy berpendapat, hal itu dapat menjadi alasan mengapa terdapat sejumlah gedung KDKMP yang berdiri di lokasi kurang strategis. Dia berharap, para manajer KDKMP nantinya tetap dapat berinovasi dan mengembangkan bisnis dari koperasi terkait.

“Meskipun istilahnya kurang bagus dari strategis dan sebagainya, tapi harapannya nanti dengan adanya anak-anak muda ini yang menjadi manajer, potensi yang ada bisa dimunculkan,” ucap Desy.

“Jadi saya juga berharap supaya nanti, meskipun mungkin lokasinya dianggap tidak strategis, contoh yang di puncak gunung, yang di Kendal itu, terus mau apa? Tapi kan bisa saja ya, misalkan ada kafe,” sambung Desy.

KDKMP yang disinggung Desy adalah Kopdes Merah Putih di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal. Kopdes tersebut viral karena di lereng Gunung Prau dengan ketinggian 1.385 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Menurut Desy, bisnis kafe oleh KDKMP yang berada di perbukitan dapat dicoba. “Misalnya nanti untuk kafe, untuk nongkrong, ngopi, udaranya beda, bisa ada suasana yang lain, kan bisa saja. Itu kan namanya potensi lokal yang memang harus dikembangkan,” ucapnya.

Read Entire Article
Politics | | | |