Keutamaan Sholat Witir yang Disunnahkan Dilaksanakan saat Ramadhan

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sholat witir di bulan Ramadhan adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil. Sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah/ 2026 M, sebagian Muslim akan melaksanakan sholat sunnah tarawih dan witir yang dianjurkan selama bulan puasa.

Abu Hurairah berkata, "Kekasihku Nabi Muhammad SAW berwasiat kepadaku dengan tiga hal: Melakukan puasa tiga hari pada setiap bulan, sholat Dhuha dua rakaat, dan agar aku shalat Witir sebelum tidur.” (HR Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim)

Dijelaskan Muhammad Khalil Itani dalam buku Wasiat Rasul Buat Lelaki yang diterjemahkan Ahmad Syakirin, hukum sholat Witir sunnah muakkadah, bukan wajib. Karena para shahabat pernah menunggu Rasulullah SAW pada suatu malam agar beliau mengimami sholat Witir bersama mereka.

Tapi Nabi Muhammad SAW tidak kunjung keluar. Maka, ketika para shahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal itu, Nabi Muhammad SAW bersabda kepada mereka, "Aku khawatir sholat Witir menjadi wajib bagi kalian."

Banyak hadits yang menyebutkan keutamaan sholat Witir. Di antaranya dari Kharijah bin Hudzafah.

Kharijah bin Hudzafah berkata, “Suatu hari, Rasulullah SAW keluar menemui kami seraya bersabda: Allah SWT telah menambahkan untuk kalian sebuah sholat yang lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yakni sholat Witir. Dia tentukan waktunya (sholat Witir) bagi kalian antara sholat Isya hingga terbit fajar." (HR Imam Abu Dawud, Imam At-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah)

Hadits lain keutamaan sholat Witir adalah hadits dari Jabir, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Siapapun yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam hendaknya ia sholat Witir pada awal malam. Siapapun yang yakin bisa bangun pada akhir malam, hendaknya ia sholat Witir pada akhir malam. Sebab sholat di akhir malam itu disaksikan dan itu lebih utama."

Jumlah rakaat sholat Witir yang paling sedikit adalah satu rakaat. Siapa yang mengerjakan dengan jumlah bilangan tersebut, ia sudah dikatakan sholat Witir. Di dalam Raudhatut Thalibin, An-Nawawi berkata, “Sholat Witir itu sunnah. Ia bisa dikerjakan dengan satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, tujuh rakaat, sembilan rakaat, dan sebelas rakaat. Jika mengerjakan lebih dari sebelas rakaat yang merupakan jumlah maksimal, witirnya tidak sah." Sementara itu, kalau Rasulullah SAW, sholat Witir tiga rakaat.

Read Entire Article
Politics | | | |