REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan telah melepas tujuh dai menuju wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Empat Lawang. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program pemerataan syiar Islam di daerah-daerah yang memerlukan perhatian khusus.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menyatakan bahwa ini adalah tahun ketiga pelaksanaan program tersebut, setelah sebelumnya dilaksanakan di Musi Rawas Utara pada 2024 dan Musi Rawas pada 2025. Tahun ini, fokus utama adalah Kabupaten Empat Lawang.
Syafitri menjelaskan bahwa kesuksesan program ini didukung oleh proses seleksi yang ketat dan panjang. Para dai yang terpilih telah melewati berbagai tahapan persiapan, termasuk kesiapan psikologis menghadapi keterbatasan fasilitas, penguasaan materi agama yang mendalam, dan kemampuan komunikasi sosial yang baik. Kesiapan fisik juga menjadi syarat penting agar para dai dapat menjalankan tugas di medan yang sulit dijangkau.
“Mereka sudah siap lahir dan batin. Persiapan seleksinya cukup panjang agar pesan-pesan keagamaan yang disampaikan nantinya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat,” kata Syafitri.
Syafitri juga meminta Kepala Kantor Kemenag Empat Lawang untuk segera berkoordinasi dengan pejabat setempat, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta memastikan para dai diantar langsung ke lokasi penempatan masing-masing.
Tim Pendamping dari Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Angga Marzuki, menambahkan bahwa program Dai 3T telah dimulai sejak 2022. Tahun ini, Kemenag menargetkan mengirim 1.500 dai ke seluruh Indonesia, namun jumlah dai yang dikirim telah melampaui target dengan total 2.199 orang.
“Kami berpesan kepada seluruh dai yang dikirim agar mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan. Semoga jihad dan upaya kami diridhoi Allah SWT,” ujar Marzuki.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Sumsel, Evi Zurfiana Azom, menyebutkan bahwa dai yang dikirim antara lain adalah Wahyu Aslam, Fredy Suhendra, Mohammad Mudrikun Ni’am, Romi Padli, Eko Heru Apriono, dan Ade Rifani Ardian. Selain itu, terdapat pula koordinator dai dari pusat, Ihwanul Muadib. Para dai ini akan bertugas di Kecamatan Muara Pinang dan Pasemah Air Keruh (Paiker).
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
3















































