Menghormati Kekhusyukan Ramadhan: Dari Penutupan CFD hingga Patroli Keamanan Pemda

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memutuskan meniadakan sementara kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap hari Minggu di Jalan Udayana selama bulan suci Ramadhan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan keputusan ini diambil untuk menghormati kekhusyukan masyarakat dalam beribadah serta mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan.

"Untuk penutupan atau peniadaan kegiatan CFD selama Ramadhan, sudah kami sosialisasikan untuk dapat diindahkan," katanya di Mataram, Rabu.

Menurutnya, CFD Udayana saat ini didominasi oleh pedagang kecil dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjual produk makanan. Mengingat sebagian besar masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa, aktivitas jual beli makanan di pagi hari dianggap kurang relevan selama Ramadhan.

"Indikator utamanya CFD kami tutup selama bulan puasa, karena banyaknya pedagang makanan. Jadi CFD kami tutup sementara agar masyarakat bisa lebih fokus beribadah," jelasnya.

Penutupan CFD Udayana ini direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh. Masyarakat diharapkan dapat memaklumi kebijakan tersebut dan memanfaatkan waktu untuk meningkatkan aktivitas ibadah di bulan suci Ramadhan.

Peluang Car Free Night di Lokasi Lain

Menyinggung kemungkinan pengalihan CFD ke waktu malam hari (Car Free Night) selama Ramadhan, Denny mengatakan pihak pemerintah menyatakan wacana tersebut belum akan diterapkan di Jalan Udayana.

Namun, terdapat peluang besar untuk menyelenggarakan kegiatan CFN di lokasi lain, salah satunya di Jalan Pabean, Kecamatan Ampenan. Bahkan rencana itu saat ini sedang digodok pihak kecamatan bersama kelurahan.

"Untuk CFN di Udayana belum ada rencana. Tapi, ada peluang untuk pelaksanaan di Jalan Pabean, wilayah Kecamatan Ampenan," katanya.

Karawang Ajak Jaga Kerukunan di Tengah Perbedaan Awal Ramadhan

Di Karawang, Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kerukunan di tengah perbedaan penentuan awal bulan Ramadhan.

"Perbedaan awal Ramadhan jangan sampai menjadi polemik. Mari kita tetap menjaga kerukunan dan tidak memperbesar perbedaan yang ada," kata Kepala Kantor Kemenag Karawang, Sopian, di Karawang, Rabu.

Perbedaan Metode Penentuan Ramadhan

Sopian menjelaskan, perbedaan penentuan awal bulan Ramadhan dapat terjadi karena adanya beragam metode yang digunakan, di antaranya hisab, rukyatul hilal, serta konsep kalender Hijriah.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |