Para pemain Senegal menjaga penyerang Prancis Kylian Mbappe (kanan) dalam pertandingan Grup I Piala Dunia 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW JERSEY -- Kiper tim nasional Senegal Edouard Mendy mengakui timnya gagal menjalankan rencana permainan pada babak kedua saat takluk 1-3 dari Prancis dalam laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.
Senegal sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada Prancis sepanjang babak pertama. Bahkan, tim asuhan Pape Thiaw itu beberapa kali mengancam gawang Les Bleus dan berhasil menahan juara dunia dua kali tersebut tanpa gol hingga turun minum.
Namun situasi berubah setelah jeda. Prancis tampil lebih agresif dan akhirnya memecah kebuntuan melalui Kylian Mbappe pada menit ke-66. Gol tersebut membuka jalan bagi Les Bleus untuk mengendalikan pertandingan.
"Kami seharusnya bisa meningkatkan level permainan pada babak kedua dan lebih tajam dalam menyerang. Kami hanya mampu melakukannya secara sporadis. Padahal, ketika melawan tim seperti ini, kami harus lebih teliti dan tidak memberikan kesempatan," kata Mendy seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Setelah gol Mbappe, Prancis menambah keunggulan lewat Bradley Barcola pada menit ke-82. Senegal sempat menyalakan harapan melalui gol Ibrahim Mbaye pada injury time, tetapi Mbappe kembali mencetak gol beberapa saat kemudian untuk memastikan kemenangan 3-1 Prancis.
Kekalahan tersebut membuat Senegal berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup I tanpa poin. Sementara Prancis memimpin di posisi dua dengan tiga poin, kalah selisih gol atas Norwegia yang pada pertandingan lain menundukkan Irak 4-1.
Meski mengawali turnamen dengan hasil mengecewakan, Mendy menegaskan peluang Senegal untuk lolos ke babak 16 besar masih terbuka. Ia meminta rekan-rekannya segera melupakan kekalahan dan fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
"Pertandingan pertama sudah berlalu, kami harus belajar darinya dan mengalihkan perhatian kami ke Norwegia," ujar mantan kiper Chelsea tersebut.
Pernyataan Mendy cukup beralasan. Persaingan di Grup I masih sangat terbuka mengingat setiap tim masih menyisakan dua pertandingan. Senegal akan menghadapi Norwegia pada laga kedua sebelum menutup fase grup melawan Irak.
Bagi Senegal, duel kontra Norwegia berpotensi menjadi laga hidup-mati. Kekalahan kedua akan membuat langkah mereka menuju fase gugur semakin berat, sementara kemenangan dapat menghidupkan kembali peluang untuk bersaing memperebutkan dua tiket ke babak 16 besar.
sumber : Antara

7 hours ago
12















































