Dubes Iran Bicara Gaza, Sunni-Syiah, Hingga Usulkan Trump ‘Give Up’

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah kesibukannya menjamin narasi dari Iran bisa memenangkan hari warga Indonesia, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyempatkan diri menyambangi kantor Republika di Jakarta Selatan pada Kamis (30/4/2026) lalu. Ia bicara banyak soal kondisi terkini di Iran, semangat masyarakatnya, hingga isu Sunni-Syiah yang mulai bergaung di media sosial. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana kondisi keluarga Anda di Iran, apakah mereka terdampak serangan AS-Israel?

Sebagian anggota keluarga saya berada di sini dan semuanya, alhamdulillah, dalam keadaan sehat. Bagaimanapun juga, perang tidak pernah menjadi hal yang baik dan memiliki dampak negatif.

Banyak rakyat Iran terbunuh, terluka. Ekonomi Iran terdampak, tetapi kerugian kami tidak sebesar kerugian musuh kami, dan dengan rahmat Allah SWT kehidupan di Iran tetap berjalan. Sebagian dari kunjungan saya adalah untuk silaturahmi dan karena Idulfitri serta hari-hari setelahnya.

Anda sibuk sekali mengunjungi semua mantan presiden dan tokoh-tokoh Indonesia dari berbagai spektrum. Sepenting itukah dukungan akar rumput Indonesia untuk Iran? Apakah lebih penting dari dukungan pemerintah?

Bagaimanapun, saya sudah hampir 30 tahun mengenal Indonesia, dan pada masa Ibu Megawati Soekarnoputri serta almarhum Gus Dur dan Bapak SBY, saya berada di Indonesia. Karena itu saya pergi mengunjungi sebagian orang, dan sebagian lainnya juga untuk berterima kasih, karena beberapa dari mereka telah mendukung kami, mendukung rakyat Iran. 

Dan sebagai perwakilan rakyat Iran di Indonesia, saya berkewajiban menemui mereka dan mengucapkan terima kasih. Dari pihak rakyat, alhamdulillah, rakyat Iran menerima dukungan yang baik, dan Anda tahu bahwa mayoritas hampir mutlak rakyat Indonesia dalam perang yang tidak seimbang ini mendukung rakyat Iran.

Marak unggahan trolling dan meme dari berbagai pos diplomatik Iran menohok AS dan Donald Trump. Apakah ini spontan atau ada instruksi dari Teheran? 

Tidak, sebenarnya tidak seperti itu. Kedutaan-kedutaan kami, karena selama masa perang internet internasional di Iran tidak berfungsi dengan baik, dan juga karena akses kami ke media besar dunia—yang sebagian didukung dan dikelola oleh negara-negara Barat, Amerika, bahkan rezim Zionis—terbatas, maka kedutaan-kedutaan mulai dengan inisiatif sendiri melakukan berbagai hal; sebagian lebih terlihat dan sebagian kurang.

Rakyat Iran juga demikian; siapa pun yang memiliki akses ke internet berusaha menunjukkan kebenaran, karena media Zionis dan media imperialis berusaha keras membalikkan fakta, menukar posisi benar dan salah, serta mengubah posisi pemenang dan yang kalah, dan memengaruhi opini publik dunia secara tidak baik.

Hal ini menyebabkan banyak orang Iran, termasuk kedutaan, secara spontan terdorong untuk bergabung dalam gerakan media dan ruang maya ini.

Para pejabat Iran, termasuk Anda punya pendidikan tinggi (Dubes Iran merupakan pengajar magister dan doktoral di Iran). Ini kebetulan atau ada kebijakan khusus?

Read Entire Article
Politics | | | |