REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Militer Iran mengancam akan menyerang semua infrastruktur energi yang terkait dengan AS dan Israel di Timur Tengah jika pembangkit listriknya menjadi sasaran. Fasilitas desalinasi yang sangat krusial menyediakan air bersih di negara-negara Teluk juga akan jadi sasaran.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando pusat Khatam al-Anbiya Iran, mengatakan bahwa Iran akan menyerang pabrik desalinasi dan infrastruktur teknologi informasi yang terkait dengan AS dan Israel.
Peringatan itu muncul setelah Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Iran gagal membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Kantor berita Fars, sementara itu, mencatat bahwa mendiang ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, telah memperingatkan bahwa “seluruh wilayah akan padam dalam waktu setengah jam” jika jaringan listrik Iran menjadi sasaran.
Patut dicatat, sejauh ini Iran selalu memenuhi ancamannya. Selepas serangan pembuka AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, Iran langsung memenuhi ancaman menyerang pangkalan-pangkalan AS di kawasan. Belasan prajurit AS telah tewas akibat balasan tersebut.
Iran juga memenuhi ancaman menutup Selat Hormuz jika AS-Israel. Penutupan ini melonjakkan harga minyak dunia mendekati 150 dolar AS per barel. Jika berlanjut, kenaikan harga migas tersebut bakal menggoncang perekonomian dunia.
Saat Israel menyerang ladang gas Iran di Pars Selatan pada 19 Maret lalu, balasannya adalah penyerangan fasilitas minyak dan gas di Qatar, Saudi, dan Kuwait yang dikelola perusahaan negara-negara Barat. Kerusakan paling signifikan terjadi di fasilitas gas alam cair (LNG) Ras Laffan di Qatar.
Akibat lumpuhnya dua kilang utama di lokasi itu, QatarEnergy terpaksa menyatakan status force majeure (keadaan darurat yang membatalkan kontrak) pada kontrak jangka panjang selama lima tahun ke depan.
Negara-negara yang terdampak langsung meliputi Italia, Belgia, Korea Selatan, dan China. Pihak ExxonMobil (AS) yang memegang saham di kilang S4 dan S6, serta Shell (Inggris-Belanda) yang menjadi mitra di fasilitas GTL, kini harus menghadapi ketidakpastian operasional. Qatar menyatakan produksi hanya bisa dimulai kembali jika perang di kawasan benar-benar dihentikan.
Yang terkini, Iran membalas kontan serangan AS-Israel ke fasilitas nuklir di Natanz pada Sabtu, 23 MARET. Iran mengirimkan misil yang berhasil menembus pertahanan Iron Domr Israel dan jatuh di Dimona, kota lokasi fasilitas nuklir Israel; serta Kota Arad. Seratus lebih warga Israel dirumahsakitkan akibat serangan itu.

3 hours ago
5
















































