REPUBLIKA.CO.ID, ATLANTA – Bintang muda Tim Nasional Sepak Bola Spanyol, Lamine Yamal merayakan gol perdananya di Piala Dunia dengan melakukan sujud syukur di lapangan. Selebrasi itu seperti menegaskan protesnya atas kelakuan Islamofobia sejumlah pendukung Spanyol dalam laga persahabatan melawan Mesir Maret lalu.
Winger Barcelona berusia 18 tahun itu membuka jalan kemenangan La Roja saat membungkam Arab Saudi 4-0 pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026, Ahad (21/6/2026). Yamal mencetak gol pembuka pada menit ke-10 yang menjadi gol pertamanya di ajang Piala Dunia.
Selepas menjebol gawang Saudi, Yamal langsung berlari ke sudut lapangan sebelah kanan pertahanan Saudi dan melakukan selebrasi sujud syukur.
Setelah gol itu, Mikel Oyarzabal menggandakan keunggulan Spanyol melalui dua gol cepat pada menit ke-21 dan ke-24. Dominasi tim asuhan Luis de la Fuente semakin lengkap ketika bek Arab Saudi Hassan Al-Tambakti mencetak gol bunuh diri pada awal babak kedua untuk memastikan kemenangan telak 4-0.
Lamine Yamal, yang beragama Islam, pada Maret lalu mengecam nyanyian “intoleran” selama pertandingan persahabatan melawan Mesir di Barcelona. Nyanyian tersebut “ditujukan kepada tim lawan dan bukan merupakan sesuatu yang bersifat pribadi terhadap saya, namun sebagai seorang Muslim hal tersebut tetap merupakan sikap kurang hormat dan sesuatu yang tidak dapat ditoleransi,” tulis Lamal di Instagram.
“Bagi mereka yang menyanyikan hal-hal ini: menggunakan agama sebagai bentuk ejekan di lapangan menunjukkan Anda bodoh dan rasis.”
Polisi Spanyol meluncurkan penyelidikan terhadap nyanyian Islamofobia dan xenofobia selama pertandingan persahabatan pada Selasa (30/3/2026) melawan Mesir yang juga menuai kritik dari para pemain, ofisial sepak bola dan pemerintah Spanyol.
Di Stadion RCDE dekat Barcelona, kandang klub LaLiga Espanyol, pendukung Spanyol meneriakkan “siapa pun yang tidak melompat adalah seorang Muslim” selama pertandingan pemanasan Piala Dunia yang berakhir imbang tanpa gol.
Menteri Kehakiman Spanyol Felix Bolanos mengecam nyanyian tersebut di platform media sosial X, dan menegaskan kembali sikap pemerintah sayap kiri terhadap kebangkitan kelompok sayap kanan, yang dikaitkan dengan meningkatnya rasisme dan xenofobia.
"Penghinaan dan nyanyian rasis mempermalukan kita sebagai masyarakat. Kelompok sayap kanan tidak akan membiarkan ruang bebas dari kebencian mereka, dan mereka yang tetap diam saat ini adalah pihak yang terlibat," tulisnya.
Asosiasi Sepak Bola Mesir mengecam apa yang disebutnya sebagai “tindakan rasisme menjijikkan” yang tidak dapat diterima.
Insiden ini menyoroti kekhawatiran tentang rasisme di sepak bola Spanyol, masalah yang berulang kali terjadi terutama yang melibatkan pemain depan Real Madrid asal Brasil, Vinicius Jr, yang menjadi sasaran kasus-kasus penting.
Stadion menampilkan pesan-pesan di layar atas, mengingatkan para penggemar bahwa mengambil bagian dalam tindakan rasisme dan xenofobia adalah kejahatan, namun nyanyian terus berlanjut.

2 hours ago
4












































