REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menorehkan langkah strategis di tingkat kawasan dengan menginisiasi pertemuan tingkat tinggi bertajuk SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 (SEAMMYS) yang digelar di Bali pada 3–4 Mei 2026.
Dalam forum yang dihadiri para menteri dan pejabat tinggi bidang pemuda dan olahraga se-Asia Tenggara itu, Indonesia tidak hanya bertindak sebagai tuan rumah, melainkan juga motor penggerak kolaborasi kawasan. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting berupa Deklarasi Bali yang memuat enam poin strategis penguatan kerja sama regional.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pentingnya peran sektor pemuda dan olahraga dalam menjawab tantangan global serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi jangka panjang.
“Negara-negara Asia Tenggara saat ini menghadapi tantangan bersama dalam membangun sistem olahraga yang kompetitif, industri olahraga berkelanjutan, serta komunitas pemuda yang tangguh di tengah perubahan global yang pesat,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, forum SEAMMYS menjadi wadah strategis untuk memperkuat kerja sama melalui pertukaran pengalaman dan dialog kebijakan antarnegara.
“Tujuannya untuk meningkatkan pengembangan kepemudaan dan tata kelola olahraga sesuai prioritas nasional masing-masing,” katanya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi kawasan, di antaranya Menteri Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Brunei Darussalam Dato Nazmi Mohamad, Menteri Olahraga Filipina Jhon Patrick Gregorio, Ketua Komisi Pemuda Nasional Filipina Joseph Francisco Jeff Ortega, Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura David Neo, serta Menteri Pemuda, Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Timor-Leste Nelyo Isaac Sarmento. Delegasi dari Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, Thailand, dan Vietnam juga ambil bagian.
Dari pertemuan tersebut, lahirlah Deklarasi Bali yang memuat enam kesepakatan utama. Pertama, olahraga ditegaskan sebagai sarana strategis untuk mendorong perdamaian, persatuan kawasan, serta pembangunan berkelanjutan. Negara-negara peserta sepakat memperkuat kolaborasi guna meningkatkan solidaritas dan saling pengertian antar masyarakat.
Kedua, penguatan sistem olahraga prestasi tinggi melalui pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta pengembangan ilmu keolahragaan menjadi fokus bersama. Ajang multi-cabang seperti SEA Games juga dipandang penting dalam mendukung pembinaan menuju level internasional.
Ketiga, negara-negara Asia Tenggara sepakat menjajaki pendekatan kolaboratif dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional guna meningkatkan kapasitas kawasan.
Keempat, partisipasi olahraga ditegaskan sebagai fondasi kesehatan masyarakat, pengembangan bakat, serta sarana promosi nilai toleransi, inklusi sosial, dan perdamaian.
Kelima, pemberdayaan pemuda menjadi prioritas melalui kemitraan yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, agar generasi muda mampu berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.
Keenam, pemuda diakui sebagai penggerak utama inovasi dan ketahanan masa depan. Negara-negara peserta menyatakan komitmen untuk memberdayakan pemuda, termasuk kelompok rentan, melalui kebijakan yang mendorong pemikiran kritis dan keterlibatan aktif di era digital.
Deklarasi Bali ini diharapkan menjadi pijakan baru bagi penguatan kerja sama kawasan di bidang kepemudaan dan olahraga, sekaligus mempertegas posisi Asia Tenggara sebagai kawasan yang solid dan progresif dalam menghadapi dinamika global.

2 hours ago
7

















































