REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Evolusi teknologi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) tidak lahir dari satu terobosan tunggal. Ia tumbuh dari rangkaian inovasi yang terus diperbarui, diuji dalam skala besar, dan diperkuat oleh kemampuan industri yang matang.
Di titik inilah BYD menempatkan dirinya sebagai pemain kunci. Bukan sekadar produsen otomotif, tetapi perusahaan teknologi global dengan visi jangka panjang di baris terdepan.
BYD memahami bahwa teknologi unggul harus dibarengi kemampuan eksekusi. Inovasi yang canggih tidak akan berdampak luas tanpa rantai nilai terintegrasi dan skala manufaktur yang mampu menopangnya. Karena itu, pengembangan teknologi BYD selalu berjalan beriringan dengan pembangunan ekosistem industri yang solid.
Pendekatan ini menjadikan evolusi teknologi BYD bersifat menyeluruh. Mulai dari riset dan pengembangan, produksi baterai dan kendaraan, hingga distribusi global, semuanya berada dalam satu kendali strategis. Hasilnya adalah solusi mobilitas yang tidak hanya maju secara teknis, tetapi juga andal secara komersial.
Dampak dari strategi tersebut terlihat jelas di tingkat global. Hingga saat ini, BYD dan DENZA telah memproduksi lebih dari 15 juta unit NEV.
"Ini sebuah pencapaian yang menegaskan posisi BYD sebagai salah satu pemimpin utama industri elektrifikasi dunia," kata Luther T Panjaitan, Head of PR & Government BYD Indonesia di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Pada tahun 2025, penjualan global BYD dan Denza menembus 4,6 juta unit. Angka ini mengukuhkan BYD sebagai Global Sales Champion di segmen NEV, sekaligus menunjukkan bahwa kendaraan NEV telah berubah wajah menuju arus utama, bukan lagi produk alternatif.
Ekspansi internasional BYD juga berlangsung agresif dan terukur. Untuk kali pertama dalam perjalannnya, penjualan ekspor mobil melampaui satu juta unit dalam satu tahun.
Ini menandakan keberhasilan BYD menyesuaikan teknologi, desain, dan standar keselamatan dengan kebutuhan berbagai pasar global.
Lebih dari sekadar pertumbuhan bisnis, evolusi teknologi BYD membawa dampak lingkungan yang konkret. Secara kumulatif, dalam paparan resminya, penggunaan kendaraan listrik BYD telah berkontribusi pada pengurangan emisi hingga 125,87 miliar kilogram CO₂.
Ini setara dengan absorbsi CO2 oleh sekitar 5,72 miliar pohon dewasa dalam satu tahun. Angka ini memberi makna nyata pada transisi energi global.

2 hours ago
3















































