Buku The Art of Heroic Leadership Ungkap Akar Kegagalan Pemimpin Modern

9 hours ago 26

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Buku kepemimpinan terbaru berjudul “The Art of Heroic Leadership: From Systemic Blindness to Trustworthy Shared Action” resmi diluncurkan di Kinokuniya Book Store, Grand Indonesia, Jakarta, pada Sabtu (12/9). Buku ini merupakan karya kolaborasi Zulfikar M. Rachman (Coach Kangzul) dan Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Coach AMY).

Diterbitkan oleh IPB Press, buku setebal 324 halaman ini mengusung gagasan utama bahwa kegagalan kepemimpinan modern sering kali dipicu oleh systemic blindness atau titik buta sistemik. Persoalan mendasar ini dinilai lebih krusial daripada sekadar kurangnya data atau kecerdasan individu.

Ahmad Mukhlis Yusuf, yang juga merupakan Direktur Utama Perum LKBN ANTARA periode 2007–2012, menjelaskan bahwa buku ini mengajak para pemimpin untuk mengevaluasi kesadaran mendasar mereka. Evaluasi ini penting sebelum mengambil tindakan di tengah disrupsi dan kerumitan sistemik yang terus meningkat.

"Melalui buku ini, kami tidak hanya menawarkan teknik manajemen, tetapi sebuah perjalanan kesadaran batin, kepemimpinan berbasis kehadiran (presence), serta nilai-nilai kearifan kolektif seperti Gotong Royong 2.0 untuk membangun aksi bersama yang tepercaya," kata Mukhlis dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan saat ini terus diuji oleh kompleksitas dan interdependensi. Kondisi ini membuat para pemimpin rentan hanya melihat sebagian kecil dari dinamika persoalan yang sebenarnya ada.

Makna Pahlawan dalam Kepemimpinan

Co-author Zulfikar M. Rachman menjelaskan bahwa istilah heroic dalam buku ini tidak mengacu pada sosok pahlawan tunggal yang bekerja sendirian. Konsepnya justru jauh dari citra heroisme individual.

"Pahlawan dalam buku ini bukanlah sosok yang berdiri di luar sistem untuk menyelamatkan orang lain, melainkan pemimpin yang berani menyelami dirinya sendiri, menyadari titik butanya, serta hadir secara utuh bersama tim untuk menggerakkan perubahan nyata," ujar Zulfikar.

Buku ini turut mendapatkan catatan pengantar dari penggagas Theory U dari MIT Sloan School of Management, C. Otto Scharmer. Dalam catatannya, ia menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berakar pada kejernihan cara melihat, mendengar, dan bertindak.

Acara peluncuran yang berlangsung pukul 14.00–17.00 WIB ini dirangkaikan dengan bedah buku mengenai konsep Systems, Self, Shift. Selain itu, diadakan pula diskusi interaktif bersama para praktisi kepemimpinan serta sesi penandatanganan buku.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |