REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ilmu pengetahuan modern kembali dihadapkan pada sebuah fenomena kosmik yang membuat manusia terdiam kagum. Sebuah tim astrofisika dari Universitas Oregon menemukan pancaran energi luar biasa dari sebuah lubang hitam supermasif: energi yang dalam empat tahun terakhir disebut seratus triliun kali lebih kuat daripada Death Star dalam film Star Wars.
Perbandingan budaya populer itu justru menegaskan betapa dahsyatnya kekuatan alam semesta yang sedang disingkap sains.
Fenomena ini berasal dari sisa-sisa bintang yang hancur ketika terlalu dekat dengan lubang hitam, sebuah peristiwa yang dikenal sebagai gangguan pasang surut. Pancaran jet yang dihasilkan termasuk di antara fenomena paling energik dan paling terang yang pernah diamati, bahkan setara dengan semburan sinar gamma.
“Ini benar-benar luar biasa. Saya hampir tidak bisa memikirkan objek lain yang kecerahannya meningkat dalam jangka waktu yang begitu lama,” kata Yvette Cendes, astrofisikawan Universitas Oregon, yang memimpin pengamatan objek ini, sebagaimana diberitakan Euronews.
Lubang hitam tersebut, yang secara ilmiah dinamai AT2018hyz dan dijuluki Cendes sebagai Jetty McJetface, telah menunjukkan peningkatan energi hingga lima puluh kali lebih terang dibandingkan tahun 2019.
Pancaran itu berbentuk satu jet kuat yang menembus ruang angkasa ke satu arah, sementara wilayah sekitarnya memancarkan cahaya tampak yang sangat redup. Para peneliti bahkan memperkirakan pancaran gelombang radio akan kembali menguat tahun depan dan mencapai puncaknya pada 2027.
Langit dan Yang Datang di Malam Hari
Menariknya, gambaran tentang benda langit yang datang, menembus, dan memancarkan cahaya dahsyat telah lama diabadikan dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:
وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ
Demi langit dan yang datang pada malam hari
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلطَّارِقُ
Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
ٱلنَّجْمُ ٱلثَّاقِبُ
(yaitu) bintang yang cahayanya menembus
(QS. At-Thāriq: 1–3)
Dalam Mafātīḥ al-Ghayb, Imam Fakhruddin ar-Razi menjelaskan bahwa kata ath-thāriq mengandung makna sesuatu yang datang secara tiba-tiba di kegelapan, mengetuk kesadaran manusia, dan menembus apa yang sebelumnya tertutup. Sedangkan an-najmuṡ-ṡāqib dimaknai sebagai bintang dengan cahaya yang menembus kegelapan secara kuat dan tajam, bukan cahaya biasa yang lembut dan statis.
Ar-Razi menegaskan bahwa sumpah Allah dengan fenomena langit bukan sekadar penjelasan astronomi, melainkan isyarat tentang kekuatan kosmik yang melampaui nalar manusia, yang hanya dapat dipahami sebagian kecil saja oleh ilmu pengetahuan.
Ketika sains modern kini menyaksikan jet lubang hitam yang memancar selama bertahun-tahun, menembus ruang angkasa dengan energi yang hampir tak terbayangkan, ayat-ayat ini terasa bukan sekadar puitis, melainkan profetik.

1 hour ago
2















































