Benarkah Kopi Instan Bisa Picu Kanker? Ini Kata Dokter

2 hours ago 4

Kopi instan (ilustrasi). Dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi dr Shubham Vatsya, menepis anggapan kopi instan dapat meningkatkan risiko kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia dan telah dikonsumsi selama berabad-abad. Seiring dengan gaya hidup modern yang serbacepat, kopi instan kini semakin digemari karena kepraktisannya.

Kopi instan dibuat dari biji kopi asli yang telah diseduh, kemudian dikeringkan dan diproses menjadi bubuk, sehingga dapat langsung dikonsumsi hanya dengan menambahkan air panas. Namun, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan memunculkan rumor bahwa kopi instan dapat meningkatkan risiko kanker.

Dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi dr Shubham Vatsya, menepis anggapan kopi instan dapat meningkatkan risiko kanker. Menurutnya, klaim tersebut merupakan mitos yang tidak didukung fakta ilmiah.

"Kopi instan menyebabkan kanker adalah salah satu mitos terbesar," kata Vatsya seperti dilansir laman Hindustan Times, Jumat (6/2/2026).

la menjelaskan anggapan tersebut muncul karena kopi instan mengandung akrilamida, senyawa kimia yang memang dapat bersifat karsinogenik bila dikonsumsi dalam jumlah sangat tinggi. Dia mengatakan, kadar akrilamida pada kopi instan memang lebih tinggi dibandingkan kopi yang baru diseduh atau kopi bubuk.

Namun, untuk mencapai tingkat akrilamida yang bersifat toksik dan memicu kanker, seseorang harus mengonsumsi sekitar delapan hingga 10 sachet kopi instan setiap hari, atau minum kopi terus-menerus selama 20 hingga 25 jam tanpa henti. "Kedua skenario itu tampaknya sangat tidak mungkin," kata dia.

Lebih lanjut dr Vatsya mengatakan konsumsi kopi hitam secara rutin justru dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit, terutama yang berkaitan dengan hati. Seperti penyakit hati berlemak, fibrosis hati, sirosis hati, hingga kanker hati.

la menyimpulkan, konsumsi kopi instan maupun kopi hitam secara umum tetap aman selama dikonsumsi dalam batas wajar. "Dua hingga empat cangkir kopi per hari mash tergolong sehat dan tidak perlu dikhawatirkan," kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |