Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan

9 hours ago 22

Ilustrasi Miras.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Hanya bermula dari segelas khamar (minuman keras/ miras), seorang ahli ibadah yang saleh terjerumus melakukan zina sekaligus membunuh seorang anak tak berdosa. Kisah yang dituturkan Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu ini menjadi peringatan keras bahwa khamar atau minuman beralkohol yang memabukan adalah sumber dari segala keburukan, sebab begitu kesadaran hilang karena mabuk, seseorang tak lagi mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu berkata, "Jauhilah khamar oleh kalian. Sebab khamar adalah sumber dari segala keburukan."

Utsman bin Affan kemudian bercerita, "Pernah ada seorang lelaki ahli ibadah yang hidup sebelum kalian. Lalu seorang wanita jahat tertarik kepadanya. Wanita tersebut mengirim budak perempuannya kepada lelaki itu."

"Budak perempuan itu berkata bahwa sesungguhnya tuanku memanggil kamu untuk melakukan kesaksian. Lelaki (ahli ibadah) itu pun pergi bersama budak perempuan tersebut. Setiap kali mereka memasuki pintu, budak perempuan tersebut mengunci pintu itu. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang wanita cantik. Di sampingnya ada seorang anak dan satu wadah besar berisi khamar."

"Wanita (tuan si budak) itu mengatakan, Demi Allah, aku meminta kamu ke sini bukan untuk melakukan kesaksian, tetapi agar kamu menyetubuhiku, meminum segelas khamar atau membunuh anak ini."

"Lelaki (ahli ibadah) itu mengatakan, berikan saja aku segelas khamar."

"Wanita cantik itu pun memberinya segelas khamar. Lalu lelaki (ahli ibadah) itu kembali mengatakan tambahkan lagi (khamarnya). Tidak lama kemudian lelaki itu mabuk, kemudian menyetubuhi wanita itu, dan membunuh anak tersebut."

"Karena itu, jauhilah khamar oleh kalian. Demi Allah, sungguh keimanan dan kecanduan khamar tidak akan bersatu sampai salah satunya saling menghilangkan yang lain."

Berdasarkan kisah ahli ibadah yang berbuat zina dan membunuh karena mabuk oleh khamar, dapat diambil pelajaran bahwa sesuatu yang memabukan itu bisa jadi sumber segala keburukan. Sebab saat seseorang mabuk, kesadarannya akan hilang dan tidak bisa membuat pertimbangan, bahkan tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

Read Entire Article
Politics | | | |