Jet tempur siluman F-35A Lightning milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).
REPUBLIKA.CO.ID, LAKENHEATH -- Amerika Serikat (AS) mengirimkan enam jet tempur siluman F-35A Lightning II lebih dekat ke Timur Tengah, dengan mendarat di pangkalan udara RAF Lakenheath di Inggris, seperti yang dilaporkan oleh portal Air & Space Forces Magazine. Pesawat-pesawat tempur itu bergabung dengan pesawat pengisian bahan bakar Boeing KC-135 Stratotanker Angkatan Udara AS, menurut laporan pada Senin (9/2/2026).
Sebelumnya pada Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "armada besar" sedang menuju Iran. Dia menambahkan bahwa dirinya berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang "adil dan merata".
Trump memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, serangan AS di masa depan terhadap negara itu akan "jauh lebih buruk" daripada serangan-serangan sebelumnya.
Sebelum itu, Trump mengatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS bergerak menuju Iran "untuk berjaga-jaga." Dia menolak memberikan jawaban pasti atas pertanyaan apakah opsi intervensi militer di Iran telah dihapus, dan hanya mengatakan bahwa dirinya tidak dapat mengatakan apa yang akan terjadi di masa depan.
Secara terpisah, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa Presiden Trump lebih memilih penyelesaian melalui jalur negosiasi dengan Iran dan menyerukan agar Teheran menerima kesepakatan yang ditawarkan Washington.
“Presiden telah menyatakan dengan jelas kepada Iran bahwa ia menginginkan penyelesaian melalui negosiasi. Saya pikir akan menjadi pilihan bijak bagi mereka untuk menerima tawaran tersebut,” kata Hegseth dalam pernyataannya pada Senin (9/2/2026).
Hegseth menambahkan bahwa preferensi diplomatik pemerintahan Trump didukung oleh apa yang dideskripsikannya sebagai kemampuan militer AS yang tidak tertandingi.
“Dunia telah melihat kemampuan Amerika. Perdamaian melalui kekuatan, pencegahan dalam tindakan. Kami sudah keluar dari Iran bahkan sebelum Iran menyadari kami berada di sana. Tidak ada negara lain yang mampu melakukan hal itu,” ucapnya, merujuk pada serangan yang dilancarkan AS terhadap Iran selama perang 12 hari pada Juni lalu.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

2 hours ago
4















































