Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025

8 hours ago 19

loading...

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) tahun buku 2025. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membagikan dividen sebesar Rp5,04 triliun atau 70% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 seiring pencapaian kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah perseroan.

"Di tengah dinamika pasar global dan tantangan industri, ANTAM berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah perseroan. Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen seluruh insan ANTAM dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan," ujar Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto seperti dikutip pada Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram

Selain dividen, RUPST menetapkan sebesar Rp2,16 triliun atau 30% dari laba bersih sebagai saldo laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, memperkuat fundamental bisnis, serta membiayai berbagai proyek strategis perseroan.

Sepanjang 2025, ANTAM membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 106% dibandingkan capaian tahun 2024, didorong oleh peningkatan kinerja operasional dan optimalisasi portofolio bisnis.

Perseroan juga terus memperkuat strategi hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda industrialisasi nasional. Langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Read Entire Article
Politics | | | |