Diancam Dihabisi Iran, Trump Ngumpet di Truk Katering Bandara saat Kabur dari Turki

4 hours ago 5

loading...

Presiden AS Donald Trump dilaporkan disembunyikan di truk katering bandara untuk meninggalkan Turki bulan lalu di tengah ancaman dari Iran. Foto/The White House

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diam-diam dipindahkan dari Air Force One menggunakan truk katering bandara sebelum meninggalkan Turki dengan pesawat militer yang lebih kecil bulan lalu. Langkah ini merupakan bagian dari taktik pengamanan rumit yang dipicu oleh dugaan ancaman Iran untuk membunuhnya atau menyerang pesawatnya.

Trump sempat menaiki pesawat kepresidenan Air Force One Boeing 747 di hadapan kamera televisi setelah menghadiri KTT NATO di Ankara pada 8 Juli, seolah-olah hendak memulai perjalanan ke Inggris dengan Air Force One.

Baca Juga: Trump Gunakan Penerbangan Rahasia Tinggalkan Turki saat Diancam Iran

Namun, menurut laporan The Washington Post, Selasa (8/11/2026), beberapa menit kemudian, dia dan sejumlah ajudan disembunyikan di dalam truk katering—jenis truk yang biasanya digunakan untuk memuat makanan dan perbekalan ke pesawat—lalu dibawa melintasi area bandara menuju pesawat C-32A milik Angkatan Udara.

Pesawat yang lebih kecil itu kemudian diam-diam menerbangkan Trump ke RAF Mildenhall di Inggris, sementara Boeing 747 berangkat dari Ankara secara terpisah dengan membawa para jurnalis dan staf Gedung Putih yang mengira sang presiden sedang bepergian bersama mereka.

Operasi pengelabuan ini dilaporkan dipicu oleh informasi intelijen yang mengindikasikan adanya dugaan ancaman Iran terhadap Trump atau pesawatnya, demikian dilaporkan The Washington Post.

Lokasi sebenarnya Trump disembunyikan tidak hanya dari para jurnalis, tetapi juga dari sebagian staf Gedung Putih dan pejabat senior, yang sempat mengira selama berjam-jam bahwa dia berada di dalam pesawat kepresidenan.

Para wartawan yang ikut dalam pesawat pengalih perhatian tersebut diperintahkan untuk menutup penutup jendela pesawat sebelum keberangkatan.

Ketika mereka kemudian bertanya kepada Trump mengenai alasannya, dia mengatakan bahwa mereka "mungkin sedang menjalani penerbangan yang berbahaya".

"Tapi jika saya pergi, kalian juga ikut," imbuh Trump.

Read Entire Article
Politics | | | |