Andil Besar Pesantren, Sebelum dan Setelah Kemerdekaan

2 hours ago 4

Oleh: KH Imam Nur Suharno; Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, Di usia kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, kita kembali diingatkan: kemerdekaan ini tidak lahir dari ruang kosong. Ada darah, doa, dan didikan. Dan salah satu rahim peradaban yang paling konsisten melahirkan pejuang, ulama, dan negarawan adalah pesantren.

Karena itu, peringatan kemerdekaan Indonesia sejatinya menegaskan peran dan andil besar pesantren yang tidak terbantahkan dalam pembangunan bangsa, mulai dari sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia hingga kini dan seterusnya.

Selain itu, pesantren sebagai benteng pertahanan moral bangsa. Pesantren diibaratkan sebagai paku sebagai pasak bumi bagi gunung, yang tanpanya bumi akan bergoyang. Pun, dengan pesantren, tanpanya suatu bangsa akan rapuh.

‎‎Oleh karena itu, sudah semestinya jika para pengelola bangsa ini memberikan perhatian khusus terhadap eksistensi pesantren. Maka, ketika ada pihak-pihak yang mendiskreditkan pesantren maka pemerintah wajib hadir terdepan memberikan pembelaan dan semestinya jika negara mengalokasikan anggaran dari APBN untuk pesantren. Karenanya, seperti stasiun televisi yang telah mendiskreditkan pesantren tidak cukup dengan diboikot, lebih dari itu yaitu dicabut izinnya. 

Pembangunan pendidikan memiliki peran sangat penting dan strategis pada pembangunan bangsa, sehingga sejak awal para pendiri bangsa telah menggariskannya salah satu tujuan bernegara di dalam pembukaan UUD 1945, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan sejahteraan umum. Bahkan, sebelum bangsa ini merdeka, Ki Hajar Dewantoro sebagai Bapak Pendidikan menyatakan, melalui pendidikanlah manusia Indonesia bisa jadi maju dan beradab sehingga bisa bergaul, sejajar, dan dikenal di antara bangsa-bangsa di dunia. 

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, yang memiliki andil besar pada pembangunan pendidikan bangsa. Kelahirannya pun berasal dari akar rumput (baca: dari, oleh, dan untuk masyarakat). Berbeda dengan kebanyakan lembaga pendidikan lainnya, yang biasanya lahir dari keinginan pemerintah. Keberadaan pesantren, selain sebagai pusat pendidikan agama dan moral, juga benteng pertahanan bangsa dalam mempertahankan nilai-nilai kebaikan. 

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
Politics | | | |