Akar Kebencian Iblis pada Manusia yang sudah Diputuskannya Sebelum Adam Bernyawa

6 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebencian Iblis terhadap manusia disebut telah muncul bahkan sebelum Nabi Adam AS diciptakan dan ditiupkan ruh. Riwayat tersebut termuat dalam kitab At-Tadzkirah fi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhiroh karya ulama besar Imam Al-Qurthubi.

Dalam kitab tersebut dijelaskan, Allah SWT memerintahkan Malaikat Maut mengambil tanah dari enam bagian bumi sebagai bahan penciptaan manusia. Namun, tanah tersebut tidak langsung ditiupkan ruh. Dalam salah satu riwayat disebutkan, selama 40 tahun tanah itu dibiarkan sebelum ruh ditiupkan.

Selama masa itu, para malaikat disebut terus-menerus melewati dan memandangi tanah tersebut. Mereka takjub karena belum pernah melihat makhluk yang akan diciptakan Allah SWT seindah dan semulia itu. Para malaikat memahami bahwa Allah SWT tengah mempersiapkan penciptaan makhluk yang memiliki kedudukan besar dalam ketetapan-Nya.

Sebagian malaikat bahkan saling berbicara mengenai keistimewaan makhluk yang akan diciptakan dari tanah tersebut. Mereka menyebut belum pernah ada ciptaan Allah SWT yang lebih indah dibandingkan makhluk itu.

Dalam riwayat disebutkan:

إِنَّ رَبَّنَا لَمْ يَخْلُقْ خَلْقًا أَحْسَنَ مِنْ هَذَا، وَأَنَّهُ خُلِقَ لِأَمْرٍ كَائِنٍ

Transliterasi:

Inna rabbanā lam yakhluq khalqan aḥsana min hādzā, wa annahu khuliqa li amrin kā’in.

Artinya:

“Sesungguhnya Tuhan kami tidak menciptakan makhluk yang lebih indah daripada ini, dan sungguh ia diciptakan untuk suatu urusan besar yang akan terjadi.”

Berbeda dengan para malaikat, Iblis justru menunjukkan kebencian. Dalam riwayat itu disebutkan Iblis memukuli tanah tersebut hingga mengeluarkan suara bising. Iblis kemudian menyatakan penolakannya untuk tunduk apabila makhluk yang diciptakan dari tanah itu lebih mulia darinya.

Berikut kutipan riwayat dalam kitab At-Tadzkirah:

وَقَالَ آخَرُ: أَرْبَعِينَ سَنَةً لَمْ يُنْفَخْ فِيهِ الرُّوحُ، فَكَانَتِ الْمَلَائِكَةُ تَمُرُّ بِهِ فَيَقِفُونَ يَنْظُرُونَ إِلَيْهِ، وَيَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: إِنَّ رَبَّنَا لَمْ يَخْلُقْ خَلْقًا أَحْسَنَ مِنْ هَذَا، وَأَنَّهُ خُلِقَ لِأَمْرٍ كَائِنٍ، وَيَمُرُّ بِهِ إِبْلِيسُ اللَّعِينُ فَيَضْرِبُ بِيَدِهِ عَلَيْهِ وَيَسْمَعُ لَهُ صَلْصَلَةً، وَهُوَ الصَّلْصَالُ الْفَخَّارُ، فَقَالَ إِبْلِيسُ: إِنْ فُضِّلَ هَذَا عَلَيَّ لَمْ أُطِعْهُ، وَإِنْ فُضِّلْتُ عَلَيْهِ لَأُهْلِكَنَّهُ، هَذَا مِنْ طِينٍ وَأَنَا مِنْ نَارٍ.

Transliterasi:

Wa qāla ākhiru: arba‘īna sanatan lam yunfakh fīhi ar-rūḥu, fakānatil-malā’ikatu tamurru bihi fayaqifūna yanzhurūna ilaihi, wa yaqūlu ba‘ḍuhum liba‘ḍin: inna rabbanā lam yakhluq khalqan aḥsana min hādzā, wa annahu khuliqa li amrin kā’in, wa yamurru bihi Iblīsul-la‘īnu fayaḍribu biyadihi ‘alaihi wa yasma‘u lahu ṣalṣalatan, wa huwash-ṣalṣālul-fakhkhār, faqāla Iblīs: in fuḍḍila hādzā ‘alayya lam uṭi‘hu, wa in fuḍḍiltu ‘alaihi la uhlikannahu, hādzā min ṭīnin wa anā min nār.

Artinya:

“Dikatakan dalam riwayat lainnya bahwa selama empat puluh tahun (tanah untuk menciptakan manusia) tidak ditiupkan ruh ke tanah itu. Maka para malaikat yang lewat terus menerus memandangi tanah itu. Sebagian malaikat berkata kepada sebagian malaikat lainnya: ‘Sungguh Tuhan tidak menciptakan ciptaan yang lebih bagus dari ini.’ Dan Iblis yang terkutuk melewati tanah itu, lalu memukulinya dengan tangannya dan mendengar suara bising darinya, yaitu tanah liat kering seperti tembikar. Maka berkata Iblis: ‘Jika dia lebih mulia dariku, aku tidak akan taat kepadanya. Dan jika aku lebih mulia darinya, aku akan menghancurkannya.’ Ini dari tanah sedangkan aku dari api.”

Read Entire Article
Politics | | | |