Zelensky Pecat Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina karena Korupsi

4 hours ago 6

loading...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pecat Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Iryna Mudra atas tuduhan terlibat korupsi. Foto/Facebook Iryna Mudra

KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memecat Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Iryna Mudra. Alasannya, Biro Anti-Korupsi Nasional (NABU) telah menetapkan pejabat senior perempuan itu sebagai tersangka kasus pencucian uang.

Sebelumnya, rumah Mudra dilaporkan digerebek sebagai bagian dari penyelidikan antikorupsi atas dugaan skema pencucian uang.

Baca Juga: Rudal-rudal Rusia Hujani Kampung Halaman Zelensky, Hantam Pabrik Miliarder Lakshmi Mittal

NABU yang didukung Barat mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka dan Kantor Kejaksaan Khusus Anti-Korupsi (SAPO) menargetkan organisasi kriminal yang dipimpin oleh seorang anggota parlemen saat ini dan mantan anggota parlemen dan melibatkan pejabat senior dari kantor Zelensky.

NABU kemudian mengatakan anggota kelompok tersebut diduga telah terlibat skema pencuaian sebesar 150 juta hryvnia (USD3,3 juta) melalui rekening perusahaan cangkang untuk membiayai jaminan bagi terdakwa dalam operasi Midas.

Operasi Midas adalah penyelidikan antikorupsi besar-besaran oleh NABU yang membongkar skema suap dan pencucian uang sekitar USD100 juta di sektor energi, khususnya perusahaan nuklir negara Energoatom. Skandal ini menyeret pejabat tinggi termasuk mantan Menteri Energi German Galushchenko yang ditangkap saat mencoba kabur ke luar negeri.

Meskipun NABU tidak menyebutkan nama tersangka, situs ZN.ua, mengutip sumber penegak hukum, mengidentifikasi mereka sebagai Mudra, anggota parlemen Vadym Stolar, dan mantan anggota parlemen Maxim Mikitas. Laporan situs itu menambahkan bahwa beberapa pejabat Kementerian Kehakiman dan perwakilan Sense Bank juga menjadi sasaran penyelidikan.

Pemecatan Mudra terjadi sehari setelah menteri pertahanan Ukraina yang baru-baru ini dipecat, Mykhailo Fedorov, menuntut diadakannya pemilihan umum meskipun Rusia sudah melakukan invasi selama lebih dari 4 tahun.

Meskipun Zelensky tidak terlibat atau jadi target dalam penyelidikan anti-korupsi, hal ini mengancam akan menyeretnya ke dalam krisis politik lain dan memberikan ujian lain atas ketahanannya.

Read Entire Article
Politics | | | |