Tantangan Pewarta Haji di Masjidil Haram: Antara Berita dan Bantuan Jamaah

13 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH, – Pewarta dari Media Center Haji (MCH) menghadapi tantangan unik di Masjidil Haram, Makkah. Selain menjalankan tugas jurnalistik, mereka juga harus membantu jamaah haji yang sering kali kebingungan di negeri orang.

Mayoritas pewarta MCH adalah jurnalis yang terbiasa bekerja cepat dan cekatan. Namun, mengenakan seragam petugas haji berwarna cokelat menuntut mereka untuk memprioritaskan pelayanan kepada jamaah. Di tengah keramaian Masjidil Haram, tugas jurnalistik sering harus ditunda demi melayani jamaah calon haji.

Berbagai permintaan bantuan datang silih berganti, mulai dari jamaah yang terpisah dari rombongan, kehilangan jejak anggota keluarga, hingga kebingungan mencari arah ke terminal kepulangan. Tidak hanya itu, mereka juga menghadapi masalah teknis seperti bantuan menarik uang di ATM atau mencari sandal yang hilang.

Tantangan di Lapangan

Kepadatan di Masjidil Haram meningkat seiring bertambahnya jamaah. Situasi ini membuat pewarta MCH nyaris tidak memiliki waktu untuk berdiri diam merekam video, karena selalu ada jamaah yang membutuhkan pertolongan. Banyak jamaah yang belum memahami sistem transportasi kembali ke hotel, yang menyebabkan mereka sering tersasar.

Pewarta MCH harus membantu jamaah menemukan jalan ke terminal yang tepat, seperti Terminal Syib Amir, Terminal Ajyad, dan Terminal Jabal Ka'bah, di mana bus Shalawat bersiaga 24 jam. Terkadang, jamaah tersesat karena hanya mengikuti jamaah lain tanpa mengetahui tujuan sebenarnya.

Kisah di Balik Pelayanan

Di balik sibuknya tugas, terdapat banyak kisah menyentuh. Seorang ibu lansia ditemukan sendirian menunggu suaminya di depan Masjidil Haram, merasa lega setelah ditemani oleh petugas MCH. Ada pula jamaah lansia yang kelelahan di tengah panasnya cuaca Makkah, yang akhirnya dibantu oleh petugas dengan kursi roda.

Selain itu, ada kasus di mana jamaah ditahan karena mengambil gambar petugas keamanan. Pewarta MCH yang kebetulan berada di tempat kejadian membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan menjelaskan situasi kepada petugas keamanan setempat.

Menjalankan tugas di Masjidil Haram memberikan pelajaran berharga bagi para pewarta. Mereka harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan jurnalistik demi membantu jamaah. Walaupun lelah, rasa puas dan senyum tulus dari jamaah menjadi balasan yang lebih dari cukup.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |