Selamat Jalan Bu Guru Nurlaela, Perjalanan Panjang Jakarta-Bekasi Itu Kini Telah Usai

7 hours ago 10

Korban selamat kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang masih terjebak dalam gerbong menunggu untuk dievakuasi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan 7 orang penumpang meninggal dunia, dan 81 penumpang luka-luka dan dirawat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Isak tangis pecah di kediaman Nurlaela (37), salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Kepergian sosok guru ini meninggalkan lubang besar di hati keluarga, rekan sejawat, dan para muridnya.

Di kediamannya yang berlokasi di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, duka tak terbendung. Bendera kuning terpasang di persimpangan jalan, sementara tetangga, kerabat, hingga rekan kerja almarhumah terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Tragedi tabrakan tersebut menjadi malam yang panjang dan penuh kecemasan bagi keluarga besar Nurlaela. Sang paman, Mulyadi, menceritakan bagaimana keluarga sempat dilanda kepanikan luar biasa karena almarhumah tak kunjung sampai di rumah. Padahal, jam kerja sudah lama usai, namun Nurlaela belum juga memberi kabar.

"Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," ujar Mulyadi dengan suara bergetar saat ditemui di rumah duka, Selasa (28/4/2026).

Pencarian pun dilakukan ke berbagai rumah sakit rujukan. Setelah menelusuri berbagai informasi yang simpang siur, kepastian pahit itu akhirnya datang lewat tengah malam. Keluarga baru berhasil mengidentifikasi keberadaan Nurlaela sekitar pukul 01.00 WIB.

"Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi," ujar Mulyadi.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |