Naftali Bennett.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan Yair Lapid telah membentuk partai gabungan dalam upaya menggulingkan pemerintahan Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum akhir tahun ini.
Bennett yang berhaluan kanan dan Lapid yang berhaluan tengah pada Ahad mengkonfirmasi penggabungan partai mereka, Bennett 2026 dan Yesh Atid.
Keduanya menjadi satu daftar tunggal berjudul yang mereka gambarkan sebagai upaya untuk mengkonsolidasikan oposisi dan meningkatkan peluangnya dalam pemilu.
Bennett mengatakan kepada wartawan bahwa bergabungnya mereka adalah tindakan paling Zionis dan patriotik yang pernah dilakukan. "Demi negara kami,” katanya sambil menambahkan bahwa era perpecahan telah berakhir.
Lapid mengatakan, Israel harus mengubah arah.
Secara luas dipandang sebagai saingan politik Netanyahu yang paling tangguh, keduanya pernah bergabung sebelumnya, mengakhiri masa jabatan Netanyahu selama 12 tahun setelah pemilihan 2021.
Keduanya membentuk pemerintahan perubahan yang berumur pendek. Pemerintah membentuk sebuah koalisi yang mencakup partai-partai sayap kanan, tengah, dan kiri.
Aliansi tersebut termasuk partai Arab Ra'am, yang dipimpin oleh Mansour Abbas, menandai pertama kalinya sebuah partai mewakili minoritas Palestina di Israel bergabung dalam koalisi pemerintahan. Netanyahu kembali berkuasa setelah memenangkan pemilihan November 2022.
Tanpa faksi Arab
Kemitraan baru ini akan berjalan tanpa secara resmi menggabungkan partai-partai mereka. Keduanya telah mengatakan bahwa mereka akan berupaya membentuk pemerintahan hanya dengan partai-partai oposisi Zionis, tidak termasuk faksi-faksi Arab.
Bennett juga mengatakan pemerintahannya akan memajukan undang-undang wajib militer universal, menghentikan pendanaan untuk penghindaran wajib militer, dan memperkenalkan batasan masa jabatan delapan tahun untuk seorang perdana menteri.

5 hours ago
12

















































