REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- SMA Bakti Mulya (BM) 400 Jakarta menggelar kegiatan Welcoming Parents and Learners untuk menyambut tahun ajaran baru 2026/2027 di Ballroom SMA BM 400, Jakarta Selatan, pada hari ini. Kegiatan tersebut menjadi ajang penyelarasan visi antara sekolah, orang tua, siswa baru, guru, pimpinan sekolah, hingga CEO Sekolah BM 400.
Dalam kesempatan tersebut, CEO Sekolah BM 400 Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si. menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
Sutrisno menjelaskan, SMA BM 400 mengusung tiga pilar utama pendidikan, yakni religius, nasionalis, dan internasionalis. Ketiga nilai tersebut menjadi landasan dalam seluruh proses pembelajaran di sekolah.
"Tiga pilar ini bukanlah sekadar slogan, melainkan fondasi utama. Kita ingin melahirkan generasi yang memiliki akar keimanan yang kokoh, cinta Tanah Air, sekaligus memiliki kapasitas untuk bersaing di panggung global," ujar Sutrisno di hadapan lebih dari 150 murid baru beserta orang tua mereka di Ballroom BM 400 Jakarta pada Sabtu (11/7/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini juga diwarnai prosesi serah terima siswa secara simbolis dari perwakilan orang tua kepada pihak sekolah. Momen tersebut menjadi simbol kepercayaan orang tua agar sekolah membimbing para siswa selama tiga tahun ke depan, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter.
Kepala SMA BM 400 Jakarta Andi Gunawan memaparkan berbagai program pembelajaran, kurikulum adaptif, serta kegiatan sekolah yang dirancang untuk mengembangkan potensi setiap siswa. Ia juga memperkenalkan jajaran guru dan tenaga kependidikan sebagai mitra orang tua dalam mendampingi proses belajar peserta didik.
Selain menjelaskan arah pendidikan sekolah, Andi turut menampilkan berbagai prestasi yang telah diraih siswa SMA BM 400 di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun budaya berprestasi sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Setelah sesi presentasi, orang tua dan siswa mengikuti school tour untuk melihat langsung berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium sains, perpustakaan digital, hingga sarana pendukung pengembangan minat dan bakat siswa. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk berdialog langsung dengan para guru.
Salah seorang perwakilan orang tua siswa mengaku optimistis terhadap pendidikan anaknya di SMA Bakti Mulya 400. Menurut Ibu Ocha, sekolah tidak hanya menawarkan fasilitas yang memadai, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter peserta didik.
"Pemaparan mengenai tiga pilar pendidikan membuat kami sangat terkesan. Yang paling penting bagi kami adalah pendekatan karakternya sehingga kami merasa tenang menitipkan anak di sini," ujar orang tua ananda Adyuta tersebut.

8 hours ago
6







































