Mengenal Self-Awareness sebagai Langkah Awal Menjaga Kesehatan Mental

4 hours ago 12

Image Utari Aprilyani

Gaya Hidup | 2026-07-11 12:40:40

Oleh: Utari Aprilyani

Di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak orang menjalani aktivitas tanpa benar-benar memahami apa yang sedang dirasakan. Tuntutan akademik, pekerjaan, dan media sosial sering membuat seseorang lebih fokus memenuhi ekspektasi daripada mengenali kondisi dirinya sendiri. Akibatnya, stres, kecemasan, dan kelelahan emosional sering disadari ketika sudah mengganggu keseharian.

Dalam psikologi, kemampuan mengenali pikiran, emosi, nilai, kekuatan, dan kelemahan diri dikenal sebagai self-awareness atau kesadaran diri. Daniel Goleman menjelaskan bahwa self-awareness merupakan fondasi kecerdasan emosional karena membantu seseorang memahami apa yang dirasakan sebelum mengambil keputusan atau bertindak.

Seseorang yang memiliki self-awareness mampu mengenali penyebab emosinya sehingga tidak mudah bereaksi secara impulsif. Sebaliknya, rendahnya kesadaran diri dapat menyebabkan seseorang sulit mengelola emosi, mudah menyalahkan keadaan, atau terus membandingkan dirinya dengan orang lain, terutama melalui media sosial.

Di era digital, fenomena membandingkan diri dengan kehidupan orang lain menjadi semakin umum. Padahal, apa yang terlihat di media sosial tidak selalu mencerminkan kenyataan. Tanpa self-awareness, perbandingan tersebut dapat menurunkan rasa percaya diri dan meningkatkan risiko stres maupun kecemasan.

Self-awareness juga berperan penting dalam kehidupan mahasiswa dan pekerja. Dengan mengenali batas kemampuan, seseorang dapat mengatur waktu, mengelola tekanan, serta mengetahui kapan harus beristirahat atau mencari bantuan. Kesadaran terhadap kondisi diri merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan mental.

Kesadaran diri dapat dilatih melalui refleksi harian, menulis jurnal, menerima umpan balik dari orang terpercaya, serta melatih mindfulness. Kebiasaan sederhana tersebut membantu seseorang memahami pola pikir dan emosinya sehingga lebih mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Langkah pertama adalah mengenali diri sendiri. Self-awareness membantu seseorang menerima kelebihan dan kekurangan, mengelola emosi secara sehat, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, self-awareness menjadi fondasi penting untuk mencapai kesejahteraan psikologis dan menjalani kehidupan yang lebih seimbang.

Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development

#self-awareness, #kesehatan mental,# psikologi, #mindfulness, #mahasiswa

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |