REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Untuk menyambut perayaan Swarna Citta atau ulang tahun ke-20 tahun Plaza Ambarrukmo, pusat perbelanjaan modern ini menggelar aksi kemanusiaan donor darah dengan target 1.000 kantong darah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Swarna Citta yang puncaknya akan digelar pada 5 Maret 2026 mendatang.
Aksi donor darah bertajuk "Berbagi Harapan: Satu Tetes Darah untuk 1.000 Kantong" ini berkolaborasi dengan Lions Club, RS Jogja International Hospital & PMI Yogyakarta dan sudah berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 19.00 WIB di Main Atrium Plaza Ambarrukmo.
Selain menjadi wujud kepedulian sosial, General Manager Plaza Ambarrukmo, M Ferra Devi menjelaskan kegiatan ini juga bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan stok darah di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
"Acara ini terbuka secara umum dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan kebutuhan darah di Yogyakarta dan sekitarnya," ujarnya, Senin (2/2/2026).
Sebagai bentuk apresiasi, para pendonor akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik seperti free meals dan minuman dari tenant Plaza Ambarrukmo, serta kesempatan mengikuti undian doorprize dengan hadiah menarik, mulai dari peralatan elektronik, sepeda, voucher menginap di Porta by Ambarrukmo, hingga voucher Ambarrukmo total jutaan rupiah.
"Panitia juga menyediakan 500 pcs kacamata plus gratis selama persediaan masih ada," ujarnya.
Selain donor darah, Ferra menyampaikan rangkaian Road to Swarnacitta Plaza Ambarrukmo juga akan diisi dengan berbagai kegiatan komunitas seperti event Jelajah Senja (31 Januari 2026), Fun For Love (11 Februari 2026), Ambarrukmo Line Dance Celebration (9 Februari 2026) dan Ambarrukmo Ngabuburace (21 Februari 2026) sebagai pemanasan menuju puncak perayaan ulang tahun ke-20 Plaza Ambarrukmo di tanggal 5 Maret 2026 Mendatang.
"Melalui kegiatan ini, Plaza Ambarrukmo mengajak masyarakat untuk ikut merayakan perjalanan 20 tahun dengan berbagi kebaikan dan harapan bagi sesama," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusuma, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
"Kegiatan semacam ini saya sangat berterimakasih, kebetulan kesadaran masyarakat di DIY, masyarakat aktif untuk melakukan donor," ucap Prabukusuma.
Sementara itu, Wakil Ketua PMI DIY, Irjen Pol (Purn) Haka Astana, menyoroti tantangan regenerasi pendonor darah. Menurutnya, saat ini PMI masih bergantung pada pendonor lama sehingga perlu menjaring pendonor pemula. Ia mengatakan PMI DIY akan menyasar sekolah-sekolah setingkat SMA untuk mengkampanyekan donor darah.
"Kami akan masuk ke sekolah-sekolah setingkat SMA untuk mempromosikan bahwa hidup sehat dengan menjadi pendonor darah, karena pendonor-pendonor pemula ini yang akan kita galakkan," ujarnya.
Presiden Lions Club Yogyakarta Puspita Mataram, Aditya Suprajogi, juga menegaskan tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan darah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah rutin.
"Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa. Melalui acara tahunan ini, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi dan berbagi cinta kepada sesama," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggono. Menurutnya, kegiatan kemanusiaan semacam ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Yogyakarta.
"Kita ingin agar Kota Jogja menjadi Center of Excellence dan City of Referal, menjadi benchmark, contoh panutan bagi kota-kota lainnya di Indonesia. Demikian pula, kita ingin bahwa pembangunan yang dilaksanakan harus berdampak atau memiliki manfaat bagi masyarakat, dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Setetes darah yang kita donorkan dapat menjadi penopang hidup bagi orang lain yang sedang berjuang melawan sakitnya. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pendonor yang dengan ikhlas memberikan darahnya untuk sesama," ungkapnya.

1 day ago
7















































