Reputasi dan Kepercayaan Jadi Fondasi Penting bagi Organisasi

5 hours ago 9

loading...

Reputasi menjadi salah satu aset penting bagi sebuah organisasi karena tidak dapat dibangun dalam waktu singkat.

JAKARTA - Reputasi menjadi salah satu aset penting bagi sebuah organisasi karena tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Kepercayaan publik tumbuh melalui proses panjang yang melibatkan konsistensi, kualitas layanan, kompetensi sumber daya manusia, hingga pengalaman yang dirasakan masyarakat ketika berinteraksi dengan sebuah lembaga.

Prinsip tersebut menjadi bagian dari perjalanan LPPOM dalam membangun kredibilitasnya sebagai lembaga pemeriksa halal di Indonesia. Komitmen dalam menjaga reputasi itu mendapatkan apresiasi melalui Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 kategori Corporate Reputation untuk sektor Non-Governmental Organization (NGO).

Penghargaan diserahkan oleh Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, bersama Director of Brand, Research & Strategy The Iconomics, Alex Mulya, kepada Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, pada 6 Agustus 2026 di Gedung Sapta Pesona, Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta.

Indonesia Public Relations Awards merupakan ajang yang diselenggarakan The Iconomics Media dengan dukungan Axia Research. Pada penyelenggaraan ke-7 tahun ini, penghargaan diberikan kepada sejumlah organisasi yang dinilai memiliki kinerja dan reputasi positif berdasarkan persepsi publik.

Bagi LPPOM, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi pencapaian institusi, tetapi juga mencerminkan perjalanan panjang dalam membangun kepercayaan. Reputasi tersebut dibentuk melalui kualitas layanan, kompetensi, komunikasi, hingga kontribusi lembaga dalam mendukung perkembangan ekosistem halal di Indonesia.

Director of Brand, Research & Strategy The Iconomics, Alex Mulya, menjelaskan bahwa penghargaan untuk kategori Corporate Reputation ditentukan berdasarkan penelitian yang melibatkan responden secara daring.

“Penghargaan untuk kategori Corporate Reputation diberikan berdasarkan hasil riset online yang melibatkan ribuan responden. Penilaian reputasi dilakukan melalui tiga parameter utama, yaitu Business & Commercial Reputation, People & Leadership Reputation, serta Social & Citizenship Reputation,” jelas Alex.

Metode penilaian tersebut menunjukkan bahwa reputasi sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh cara organisasi membangun citra atau menyampaikan pesan kepada publik.

Persepsi masyarakat juga terbentuk melalui pengalaman langsung terhadap kualitas layanan, kepemimpinan, kontribusi sosial, hingga cara organisasi menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Bagi LPPOM, persepsi publik tersebut dibangun melalui berbagai bentuk interaksi. Mulai dari profesionalisme dalam proses pemeriksaan halal, kompetensi sumber daya manusia, pelayanan kepada pelaku usaha, hingga komunikasi dan edukasi mengenai halal kepada masyarakat.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengingat agar lembaga terus mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan publik.

“Kami bersyukur dan mengapresiasi penghargaan Indonesia Public Relations Awards 2026 ini. Keberhasilan LPPOM meraih kategori Corporate Reputation bukan hanya tentang pencapaian komunikasi, tetapi juga menjadi refleksi atas kepercayaan publik yang dibangun melalui perjalanan panjang, konsistensi layanan, kompetensi, dan kontribusi LPPOM dalam ekosistem halal,” ujar Muti.

Baca Juga: LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan

Reputasi Tak Cukup Dibangun Lewat Komunikasi

Menurut Muti, reputasi pada akhirnya merupakan refleksi dari berbagai hal yang dilakukan organisasi secara konsisten. Karena itu, komunikasi yang baik harus berjalan seiring dengan kinerja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Read Entire Article
Politics | | | |