Petrokimia Gresik Catat Produksi Pupuk Naik, Perkuat Investasi untuk Dukung Swasembada Pangan

9 hours ago 6

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Petrokimia Gresik mencatat peningkatan produksi pupuk sepanjang 2025 hingga semester I 2026 di tengah dinamika industri pupuk global. Kinerja tersebut menjadi modal perusahaan untuk memperkuat investasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan perusahaan terus memperkuat fondasi bisnis agar mampu tumbuh berkelanjutan di tengah tantangan geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku. Upaya tersebut sejalan dengan tema Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Petrokimia Gresik, Growing the Future.

"Kinerja positif hari ini harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai yang semakin besar di masa depan," ujar Daconi saat memimpin Upacara HUT Ke-54 Petrokimia Gresik di Gresik, Jumat (10/7/2026).

Sepanjang 2025, realisasi produksi pupuk Petrokimia Gresik mencapai 4,68 juta ton atau meningkat dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 4,47 juta ton. Tren positif berlanjut pada semester I 2026 dengan realisasi produksi mencapai 2,72 juta ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,43 juta ton.

Untuk menopang pertumbuhan tersebut, perusahaan menjalankan sejumlah investasi strategis. Salah satunya melalui modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Teknologi ini memungkinkan satu fasilitas memproduksi NPK Phonska, NPK Solid Granulation, maupun pupuk fosfat sehingga meningkatkan fleksibilitas produksi sesuai kebutuhan pasar.

Di sisi hulu, Petrokimia Gresik membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat berkapasitas total 40 ribu ton. Setelah proyek selesai, kapasitas penyimpanan perusahaan meningkat menjadi 100 ribu ton guna memperkuat ketahanan pasokan bahan baku.

Perusahaan juga memperkuat infrastruktur logistik melalui pembangunan Dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60 ribu deadweight tonnage (DWT) dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun. Infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus menjaga tingkat okupansi dermaga tetap optimal.

Read Entire Article
Politics | | | |