Peringkat Naik, INALUM Perkuat Fondasi Hilirisasi Aluminium Nasional

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar menjadi tantangan bagi industri berbasis komoditas, termasuk aluminium. Di tengah kondisi tersebut, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM justru memperkuat posisi keuangannya setelah memperoleh kenaikan peringkat korporasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Pefindo menaikkan peringkat INALUM menjadi idAA/Stable dari sebelumnya idAA-/Stable untuk periode 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027. Kenaikan peringkat satu tingkat tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis dan ketahanan profil keuangan perusahaan.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan kenaikan peringkat tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menjaga kesehatan fundamental bisnis di tengah agenda pengembangan yang semakin besar.

“Peningkatan peringkat ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga fundamental bisnis dan kesehatan keuangan perusahaan. Di tengah agenda ekspansi perusahaan yang semakin besar, kami akan tetap mengedepankan disiplin investasi, memperkuat tata kelola, serta struktur pendanaan yang prudent,” ujar Melati.

Menurut dia, ekspansi yang dilakukan perusahaan diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan daya saing INALUM, tetapi juga menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang dan memperkuat kontribusi terhadap kemandirian industri aluminium nasional.

Kenaikan peringkat tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan pendanaan INALUM yang diproyeksikan meningkat pada periode 2026–2029. Perusahaan tengah menyiapkan pengembangan sejumlah proyek strategis, termasuk Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dan Smelter Aluminium II.

Proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai nilai aluminium nasional yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam membangun ekosistem terintegrasi dari bahan baku hingga produk aluminium.

Sebagai bagian dari Grup MIND ID, INALUM memiliki peran strategis dalam pengembangan rantai nilai bauksit hingga aluminium. Pengembangan SGAR dan Smelter Aluminium II diarahkan untuk memperkuat hilirisasi mineral sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Di sisi lain, penguatan kapasitas industri aluminium nasional berlangsung ketika prospek kebutuhan aluminium diperkirakan terus bertumbuh, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar global. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasok aluminium.

INALUM memiliki posisi yang relatif kuat untuk menangkap peluang tersebut. Perusahaan merupakan produsen aluminium primer di Indonesia dengan dukungan sumber energi dari pembangkit listrik tenaga air. Faktor tersebut menjadi salah satu keunggulan struktural perusahaan dalam menjaga efisiensi dan daya saing biaya produksi.

Dari sisi biaya, cash cost INALUM tercatat berada pada kuartil pertama dalam kurva biaya global. Perusahaan juga memiliki basis pelanggan yang terdiversifikasi sehingga memberikan dukungan terhadap ketahanan bisnis ketika kondisi pasar global mengalami perubahan.

Namun, ekspansi proyek berskala besar tetap membutuhkan pengelolaan keuangan yang hati-hati. INALUM menyatakan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan proyek pada 2026–2029 akan dikelola melalui strategi pendanaan yang terukur dan terdiversifikasi.

Strategi tersebut ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi dengan struktur permodalan, likuiditas, dan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas.

“Setiap langkah ekspansi perusahaan tidak hanya meningkatkan daya saing INALUM, tetapi menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya kemandirian industri aluminium nasional,” kata Melati.

Kenaikan peringkat INALUM juga menjadi capaian setelah Pefindo mempertahankan peringkat perusahaan pada level idAA-/Stable selama dua periode sebelumnya, yakni pada 2024 dan 2025.

Dengan peringkat baru tersebut, INALUM memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mendukung agenda pertumbuhan perusahaan sekaligus mengakses pendanaan bagi pengembangan proyek strategis.

Perusahaan menegaskan pengembangan bisnis akan tetap dilakukan dengan menjaga disiplin finansial, efisiensi operasional, tata kelola, dan keberlanjutan usaha.

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperbesar peran INALUM dalam membangun industri aluminium nasional yang lebih terintegrasi, meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok aluminium dari luar negeri.

Read Entire Article
Politics | | | |