Pengungsi Bencana Tanah Bergerak Tegal Terus Bertambah, Kini Jadi 2.453 Jiwa

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, jumlah warga mengungsi akibat bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), hingga Ahad (8/2/2026), mencapai 2.453 jiwa. Saat ini BNPB masih melakukan pendampingan terhadap pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan, jumlah pengungsi akibat bencana tanah bergerak di Desa Padasari mengalami peningkatan. "BNPB mencatat, jumlah pengungsi per Minggu (8/2/2026) mencapai 2.453 jiwa," kata Abdul dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Dia menambahkan, pengungsi terdiri dari 220 lansia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, dan 894 dewasa. Para pengungsi terpusat di delapan titik pengungsian yaitu Majelis Az Zikir wa Rotibain, Majelis & Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Ponpes Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, dan Desa Mokaha Kecamatan Jatinegara.

Abdul mengungkapkan, tim BNPB telah bersiaga di lokasi terdampak dan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat, termasuk menyalurkan dukungan bantuan logistik. "Saat ini, selain pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, fokus penanganan secara pararel adalah pendataan warga terdampak dan pencarian lokasi untuk pembangunan huntara (hunian sementara)," ucapnya. 

Menurut Abdul, saat ini Pemkab Tegal sedang melakukan pemutakhiran warga terdampak untuk proses penerbitan surat keputusan kebutuhan huntara. "Hari ini, Senin (9/2/2026) BNPB bersama dengan pemerintah daerah setempat akan mendampingi ESDM Pemprov Jawa Tengah untuk melakukan asesmen kelayakan lahan huntara dan relokasi," ujarnya. 

"BNPB mengimbau warga untuk mengikuti arahan BPBD setempat guna mengantisipasi potensi ancaman yang meluas di wilayah tersebut," tambah Abdul. 

Pada Jumat (6/2/2026) pekan lalu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga telah meninjau kondisi Desa Padasari setelah menghadapi bencana tanah bergerak. Setibanya di lokasi, dia berdiskusi singkat dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, serta sejumlah tokoh setempat.

Usai berbincang, Gibran langsung meninjau kondisi rumah warga yang terdampak pergerakan tanah. Saat berdialog dengan warga, Gibran mengimbau mereka agar tak kembali ke titik-titik terdampak.

"Tadi saya lihat langsung rumah-rumahnya, jalannya terbuka. Itu sangat berbahaya. Mohon jangan kembali ke sana," kata Gibran. 

Di hadapan para pejabat dan pemangku kepentingan setempat, Gibran meminta agar penanganan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, diprioritaskan. "Kita prioritaskan keselamatan. Makan harus tercukupi, obat-obatan tersedia, dokter dan bidan stand-by 24 jam," ujarnya. 

Wapres juga meminta pendataan warga dilakukan secara detail, termasuk warga yang bertani dan beternak. Hal itu agar seluruh hak dan mata pencaharian mereka ikut diperhitungkan dalam proses relokasi.

"Yang bertani, beternak, lahannya berapa, ternaknya apa, semua dicatat. Jangan sampai ada yang tertinggal," ucap Gibran. 

Pemerintah pusat dan daerah sepakat warga terdampak tanah bergerak di Desa Padasari perlu direlokasi. Hal itu mengingat pergerakan tanah di desa tersebut masih berlangsung dan berpotensi membahayakan jika warga kembali ke lokasi lama.

Saat berdialog dengan warga di pengungsian, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta warga terdampak tak lagi memusingkan harta benda mereka. "Bapak/ibu tidak usah memikirkan rumah yang di sana. Tanahnya masih bergerak dan sangat berbahaya. Barang-barang nanti akan kami amankan dan dipindahkan," ujarnya. 

Dia mengatakan relokasi harus dilakukan demi keselamatan warga. Luthfi memastikan pemerintah akan menyiapkan hunian sementara hingga hunian tetap lengkap dengan sertifikat kepemilikan. "Sertifikat nanti akan diurus. Ibu/bapak tidak perlu khawatir, akan dapat rumah berikut sertifikatnya," katanya.

Tercatat lebih dari 460 rumah warga Desa Padasari terdampak tanah bergerak. Rinciannya 205 unit rusak berat, 174 rusak sedang, dan 85 rusak ringan. Pemprov Jateng telah menyalurkan bantuan senilai Rp338 juta untuk warga terdampak tanah bergerak di Tegal.

Bantuan tersebut terdiri atas logistik makanan dan nonmakanan seperti obat-obatan, seragam dan perlengkapan sekolah. Selain itu, Pemprov Jateng juga mengalokasikan belanja tak terduga (BTT) sebesar Rp120 juta untuk rumah warga terdampak bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal.

Read Entire Article
Politics | | | |