Pemkab Belitung Genjot Potensi UMKM di Wilayah 3T untuk Dongkrak Ekonomi

9 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPANDAN, – Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus berupaya mengembangkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Langkah strategis ini digencarkan guna mendongkrak perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKUKMPTK Belitung, Edi Siswaya, mengatakan bahwa fokus pengembangan salah satunya diarahkan ke Pulau Sumedang, Kecamatan Membalong. “Kami akan terus mengembangkan potensi UMKM di wilayah 3T Belitung salah satunya di Pulau Sumedang,” ujarnya di Tanjungpandan, Sabtu.

Edi menjelaskan, Pulau Sumedang terkenal dengan produk olahan hasil perikanan dan kekayaan laut. Produk unggulan seperti ikan asin, ikan teri, dan kerupuk ikan dari pulau tersebut memiliki cita rasa enak dan lezat. Kualitas ini membuat produk mereka mampu bersaing dengan produk UMKM lainnya.

“Produk UMKM dari wilayah 3T ini sudah masuk ke Galeri UMKM Belitung serta toko oleh-oleh dan diminati oleh para wisatawan,” jelasnya.

Tantangan Infrastruktur Digital

Meskipun memiliki potensi besar, para pelaku UMKM di daerah 3T menghadapi tantangan serius dalam mengembangkan usaha. Kendala utama yang dihadapi adalah infrastruktur digital yang belum memadai, sehingga menyulitkan mereka untuk beralih ke ekosistem digital dalam memasarkan produk secara daring.

“Infrastruktur digital dan konektivitas internet yang belum merata di kawasan 3T menjadi salah satu kendala utama,” kata Edi. Ia menilai produk UMKM di wilayah 3T memiliki potensi besar untuk merambah pangsa pasar yang lebih luas. Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah perlu melakukan intervensi khusus.

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Belitung terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan literasi digital. Langkah ini dinilai krusial untuk mengembangkan kapasitas pelaku UMKM di wilayah 3T.

“Sebab mayoritas pelaku UMKM masih bertumpu pada metode konvensional dan belum menguasai pembukuan modern. Ditambah lagi keterbatasan peralatan modern dan masih kurang pelatihan komprehensif, sehingga kapasitas produksi serta daya saing inovasi produk mereka di pasar luar cenderung terhambat,” ujarnya.

Harapan pada Koperasi Desa Merah Putih

Edi berharap kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi motor penggerak solusi. Peran koperasi sangat diharapkan, khususnya dalam membantu manajemen promosi dan pemasaran produk UMKM dari wilayah 3T.

“Pihak koperasi berkomitmen membangun jembatan distribusi dan memfasilitasi program promosi kolektif terintegrasi agar produk khas daerah 3T Pulau Belitung mampu menembus segmentasi pasar yang lebih luas, sekaligus memangkas beban biaya logistik yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha,” jelasnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |