Pasar Saham Bergejolak, Bagaimana Investor Syariah Bersikap?

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Naik-turunnya harga saham di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bukan alasan bagi investor syariah untuk panik. Justru, kondisi pasar yang bergejolak dapat dimanfaatkan secara tenang dan terukur, terutama oleh investor yang berorientasi jangka panjang.

IHSG menguat 1,26 persen pada perdagangan Selasa (10/2/2026) hingga sesi I ke level 8.132,75. Meski demikian, aksi jual investor asing masih membayangi pasar sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap ada.

Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB UI Rahmatina Awaliah Kasri mengatakan, investor syariah umumnya tidak terburu-buru mengambil keputusan di tengah pasar yang tidak menentu.

“Prinsip syariah mendorong kehati-hatian dan menghindari gharar. Volatilitas pasar tidak selalu negatif, justru jadi kesempatan beli saham syariah berkualitas dengan harga lebih murah,” kata Rahmatina kepada Republika, Selasa (10/2/2026).

Artinya, ketika harga saham turun sementara kinerja perusahaan masih baik, investor syariah dapat melihatnya sebagai peluang, bukan ancaman. Pendekatan ini berbeda dengan perilaku spekulatif yang mengejar keuntungan cepat tanpa dasar yang kuat.

Data Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia menunjukkan jumlah investor pasar modal syariah terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir, meski pasar global sering bergejolak. Hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat memilih investasi yang lebih tenang dan berbasis nilai.

Rahmatina menekankan, investor perlu memastikan perusahaan yang dipilih menjalankan usaha yang halal, transparan, dan memiliki laporan keuangan yang sehat. Tanpa kejelasan tersebut, investor akan kesulitan menilai apakah harga saham yang terbentuk benar-benar wajar.

Sebagai pembanding, harga emas batangan yang masih bertahan di level tinggi juga menunjukkan kecenderungan masyarakat mencari instrumen yang relatif aman saat pasar berfluktuasi. Kondisi ini menguatkan pentingnya sikap hati-hati dalam mengelola keuangan keluarga.

Rahmatina menekankan, bagi masyarakat umum, pesan utamanya sederhana: tidak perlu panik saat pasar naik-turun. Dengan prinsip kehati-hatian, pemahaman dasar, dan tujuan jangka panjang, investasi syariah tetap dapat dijalankan secara lebih nyaman di tengah gejolak pasar.

Read Entire Article
Politics | | | |