loading...
PM Israel Benjamin Netanyahu instruksikan militer Zionis perluas kendali wilayah Lebanon setelah merebut kastil Beaufort. Foto/CNN
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bertekad untuk semakin memperdalam penetrasi ke Lebanon setelah militernya merebut kastil abad pertengahan Beaufort. Dia menyebutnya sebagai "pergeseran dramatis" dalam perang melawan Hizbullah.
Sementara itu, kelompok Hizbullah yang didukung Iran mengatakan pihaknya telah menargetkan pasukan Israel di dekat kastil serta posisi militer dan infrastruktur di Shlomi dan Nahariya di Israel utara, sementara sirene serangan udara meraung-raung di daerah Acre.
Baca Juga: Israel Rebut Kastil Beaufort, Mesir Minta Zionis Mundur dari Lebanon
Israel melanjutkan serangannya ke Lebanon, dengan delapan orang tewas dalam serangan di Deir Zahrani di Lebanon selatan pada hari Minggu, termasuk tiga wanita. Demikian data yang diumumkan Kementerian Kesehatan Lebanon.
Saat pertempuran meningkat di Lebanon, sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Senin (1/6/2026) mengenai perluasan serangan Israel di negara tersebut.
Pertemuan tersebut diminta oleh Prancis, yang Presidennya; Emmanuel Macron, mengatakan: “Tidak ada yang membenarkan eskalasi besar yang sedang berlangsung di Lebanon selatan", menyerukan diakhirinya pertempuran untuk selamanya.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret ketika Hizbullah menembakkan roket ke arah Israel sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Amerika Serikat dan Israel.
Gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 17 April, tetapi tidak pernah dipatuhi. Kedua pihak saling melanggar gencatan senjata satu sama lain setiap hari.
Delegasi militer dari Lebanon dan Israel telah mengadakan pembicaraan keamanan di Washington pada hari Jumat lalu, dengan lebih banyak negosiasi yang dimediasi AS direncanakan minggu depan.
Pasukan Israel menggunakan kastil Beaufort, juga dikenal sebagai Qalaat al-Chakif, sebagai pangkalan selama pendudukan mereka selama dua dekade sebelumnya di Lebanon selatan yang berakhir pada tahun 2000.
Dalam pernyataan video yang dirilis setelah militer merebut kastil Beaufort, Netanyahu mengatakan: “kami telah kembali bersatu, bertekad, dan lebih kuat dari sebelumnya”.


















































